Harga Cabai-Bawang Merah di Padang Meroket

Sumatera Barat

Harga Cabai-Bawang Merah di Padang Meroket

Aisyah Lutfi - detikSumut
Selasa, 21 Apr 2026 15:41 WIB
Foto: Harga cabai di Pasar Raya Padang pada pekan ketiga April 2026 melonjak naik. (Aisyah Luthfi/detikSumut)
Harga cabai di Pasar Raya Padang pada pekan ketiga April 2026 melonjak naik. (Aisyah Luthfi/detikSumut)
Padang -

Fluktuasi harga pangan mulai menghantui warga Kota Padang pada pekan ketiga April 2026. Di Pasar Raya Padang, harga komoditas cabai merah dan bawang merah dilaporkan merangkak naik secara signifikan dalam sepekan terakhir.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Selasa (21/4/2026), lonjakan harga ini mengubah situasi transaksi di pasar. Konsumen kini cenderung lebih selektif dan mengurangi volume belanjaan mereka.

Seorang pedagang di Pasar Raya, Rani, mengungkapkan bahwa kenaikan harga terjadi pada seluruh varian cabai. Cabai kampung yang sebelumnya dibanderol Rp 25.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp 30.000.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam satu minggu ini saja sudah naik Rp 5.000 untuk cabai kampung," kata Rani kepada detikSumut, Selasa (21/4).

Kenaikan lebih tajam justru terlihat pada cabai kotak. Saat ini, harganya sudah menembus Rp 48.000 per kilogram, padahal minggu lalu harganya masih di angka Rp 40.000. Menurut Rani, kondisi ini dipicu oleh tersendatnya distribusi dari tingkat pengepul.

ADVERTISEMENT

"Penyebabnya karena pasokan atau stok di pengepul lagi 'gantung' (tersendat). Kalau barang sulit didapat, otomatis harga di pasar langsung melonjak tinggi. Perubahannya sangat cepat," tuturnya.

Tak hanya cabai, bawang merah juga ikut mengalami kenaikan harga. Saat ini, harga bawang merah dipatok Rp 40.000 per kilogram, naik dari harga normal sebelumnya yang berada di kisaran Rp 35.000.

Kendati harga-harga kebutuhan pokok ini melambung, para pedagang justru mengeluhkan kondisi pasar yang sepi. Kenaikan harga tidak dibarengi dengan tingginya permintaan, melainkan justru membuat omzet pedagang merosot.

"Penjualan lagi lesu. Walau harga naik, yang beli justru berkurang karena daya beli masyarakat juga lesu," imbuh Rani.

Kondisi ini dikeluhkan oleh para ibu rumah tangga, salah satunya Tasya. Ia mengaku terpaksa memutar otak agar dapur tetap ngebul tanpa harus merusak anggaran belanja.

"Kaget juga bawang merah sekarang sampai Rp 40.000. Biasanya Rp 30.000-an sudah dapat yang bagus. Kalau belanja dikurangi, khawatir rasa masakan jadi hambar, tapi kalau tidak dikurangi, uang belanja tidak cukup," keluh Tasya.

Tasya berharap ada langkah nyata dari pihak terkait untuk menstabilkan harga, mengingat cabai dan bawang merupakan bumbu utama dalam masakan di rumah.




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads