Ketua Komisi III DPRD Kota Medan Salomo TD Pardede menilai realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan pada triwulan pertama tahun 2026 masih rendah.
Salomo menyoroti potensi kebocoran PAD di beberapa sektor terutama hiburan.
"Ada potensi kebocoran pada sektor pajak hiburan. Karena dari laporan yang kami terima, masih ada pelaku usaha yang menghindari pajak hiburan 40 persen dengan menggunakan skema pajak restoran sebesar 10 persen," ujar Salomo saat diwawancarai, Senin (20/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui, hingga pertengahan April 2026, realisasi PAD tercatat Rp 757,46 miliar atau 19,91 persen dari target Rp 3,64 triliun. Menurut Salomo, jika realisasi PAD tetap sama hingga akhir tahun, target tahunan tidak akan tercapai.
"Pencapaian PAD di triwulan I belum maksimal, kalau berlanjut seperti ini tentu target tahunan tidak akan tercapai," tambahnya.
Ia meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Medan untuk melakukan metode jemput bola dalam memastikan kepatuhan pajak. Salomo juga mendorong penindakan tegas bagi pelaku usaha yang menunggak.
"Kami mendorong Pemkot untuk memberika sanksi dan efek jera bagi wajib pajak yang tidak patuh dan sering menunggak bayar. Karena kalau dibiarkan realisasi pajak kita tidak akan meningkat," pungkasnya.
(nkm/nkm)
