Apakah Hari Kartini Tanggal Merah? Ini Penjelasan dan Sejarahnya

Apakah Hari Kartini Tanggal Merah? Ini Penjelasan dan Sejarahnya

Eme Arapenta Tarigan - detikSumut
Selasa, 14 Apr 2026 05:01 WIB
Poster Hari Kartini 2026
Foto: Canva
Medan -

Sebentar lagi masyarakat Indonesia akan merayakan salah satu perayaan hari nasional yaitu Hari Kartini. Mengingat ini adalah perayaan nasional menjadikan masyarakat bertanya-tanya apakah Hari Kartini merupakan tanggal merah atau tidak.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut adalah penjelasan lengkap mengenai status hari libur dan sejarah perayaan Hari Kartini. Yuk simak artikel ini sampai akhir.

Apakah Hari Kartini Tanggal Merah?

Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia No. 108 Tahun 1964 menetapkan 21 April sebagai hari besar nasional yaitu peringatan Hari Kartini. Namun berdasarkan SKB 3 Menteri, Hari Kartini tidak termasuk ke dalam hari libur nasional ataupun cuti bersama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sehingga meskipun setiap tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini setiap tahunnya, seluruh aktivitas tetap berjalan normal seperti biasa.

Sejarah Hari Kartini

Hari Kartini diperingati setiap tanggal 21 April sejak tahun 1964 oleh seluruh rakyat Indonesia, melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 108 Tahun 1964. Presiden Soekarno menetapkan hari lahir Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat sebagai hari untuk mengenang perjuangannya untuk mencapai kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, khususnya di bidang pendidikan dan pekerjaan.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari laman resmi Kemdikbud, RA Kartini lahir di Jepara pada 21 April 1879 dalam keluarga bangsawan. Ia merupakan putri dari seorang Bupati Jepara kala itu yaitu Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dan MA Ngasirah.

Kartini hidup dan besar di masa penjajahan, di mana kesetaraan antara laki-laki dan perempuan belum ada. Pada saat itu para perempuan tidak diperkenankan untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Setelah pendidikannya selesai, Kartini sering membaca dan menulis surat kepada teman korespondensi belandanya. Ia juga mulai mempelajari literatur Eropa dan puplikasi tentang kemajuan pemikiran wanita Eropa sejak saat itu.

Tulisan-tulisan tersebut kemudian menjadi motivasi Kartini untuk memajukan perempuan pribumi yang pada saat itu berada pada status sosial yang sangat rendah.

Bagi Kartini, pengetahuan adalah cara untuk mencapai sebuah kebahagiaan. Maka dari itu, Kartini berharap melalui pendidikan, pengembangan kecerdasan, dan karakter bisa dirasakan seluruh manusia, termasuk perempuan.

RA Kartini menjadi tokoh perempuan pertama yang mempelopori perkumpulan dan memajukan pendidikan perempuan. Kartini juga sempat mendirikan sekolah khusus perempuan dengan tujuan agar Kartini dapat mengajarkan kepada perempuan pribumi untuk mendapatkan pengetahuan.

Namun sayang, Kartini meninggal dunia pada 13 September 1904 beberapa hari setelah melahirkan anak laki-laki bernama Soesalit Djojoadhiningrat.

Setelah kematiannya, Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda Mr.J.H Abendanon membukukan surat-surat Kartini dengan teman-temannya di Eropa dengan judul "DOOR DUISTERNIS TOT LICHT" dengan arti "Habis Gelap Terbitlah Terang". Buku itu kemudian mengubah pandangan masyarakat Belanda terhadap perempuan pribumi di Jawa.

Nah itulah informasi mengenai apakah Hari Kartini merupakan tanggal merah atau tidak dan juga sejarah mengapa tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini. Semoga bermanfaat ya, detikers!

Artikel ini ditulis oleh Eme Arapenta Tarigan, Peserta Program Maganghub Kemnaker di detikcom




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads