Iran dan AS Tak Capai Kesepakatan dalam Perundingan di Pakistan

Internasional

Iran dan AS Tak Capai Kesepakatan dalam Perundingan di Pakistan

Haris Fadhil - detikSumut
Minggu, 12 Apr 2026 13:34 WIB
Iran dan AS Tak Capai Kesepakatan dalam Perundingan di Pakistan
Foto: AS dan Iran Bahas Perdamaian di Islamabad, JD Vance Temui PM Pakistan. (Jacquelyn Martin/Pool via REUTERS)
Jakarta -

Iran dan Amerika Serikat (AS) tak mencapai kesepakatan apa pun dalam perundingan yang berlangsung di Pakistan. AS mengklaim hal tersebut menjadi kabar buruk untuk Iran.

Dilansir detikNews dari CNN, Minggu (12/4/2026), Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan pihaknya telah melakukan pembicaraan maraton dengan Iran. Hanya saja tidak menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang secara permanen.

"Kami telah melakukannya selama 21 jam, dan kami telah melakukan sejumlah diskusi substantif dengan pihak Iran. Itu kabar baiknya," kata Vance dalam konferensi pers di Islamabad.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, ia menambahkan, kedua negara tak mencapai kesepakatan apa pun. Ia menyebut hal itu sebagai kabar buruk buat Iran.

"Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan. Dan saya pikir itu kabar buruk bagi Iran jauh lebih besar daripada kabar buruk bagi Amerika Serikat. Jadi kita kembali ke Amerika Serikat tanpa mencapai kesepakatan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Sementara, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menggambarkan perundingan tersebut berlangsung intensif. Tetapi, menurutnya, keberhasilan negosiasi yang sedang berlangsung 'bergantung pada keseriusan dan itikad baik dari pihak lawan'.

Baqaei juga menyerukan agar pihak Washington untuk menahan diri dari 'tuntutan yang berlebihan dan permintaan yang melanggar hukum'. Dia meminta AS menerima 'hak dan kepentingan sah' Iran.

Menurutnya, topik yang dibahas di antaranya adalah Selat Hormuz, program nuklir Iran, dan pengakhiran total perang di Iran.

Sebagai informasi, AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026. Serangan itu menyebabkan Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur.

Serangan itu kemudian dibalas Iran dengan menyerang Israel dan berbagai fasilitas AS di negara-negara Teluk. Perang telah menyebabkan 2.076 orang tewas dan 26.500 orang terluka di Iran.

Selain itu, serangan balasan Iran telah menewaskan 26 orang dan melukai 7.451 orang di Israel. Serangan balasan Iran juga menewaskan 13 tentara AS dan melukai 200 tentara AS.

Baca selengkapnya di sini




(mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads