Novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori kembali mencatatkan pencapaian baru. Buku tersebut, yang saat ini tengah dalam proses adaptasi menjadi film panjang oleh Pal8 Pictures, resmi diterbitkan dalam versi bahasa Thailand atau Bahasa Thai.
Kabar ini dibagikan langsung oleh Leila melalui akun Instagram pribadinya.
"Laut Bercerita" (The Sea Speaks His Name) dalam bahasa Thai. Terima kasih penerbit @praphansarn yg melahirkan penerjemahan ini," tulisnya seperti dilihat redaksi detikpop, Jumat (10/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam unggahannya, terlihat sejumlah foto berisi teks berbahasa Thai, mulai dari sampul buku, daftar isi, hingga beberapa halaman isi novel.
Pada saat yang sama, Laut Bercerita juga masuk dalam daftar pendek nominasi penghargaan bergengsi untuk penulis perempuan Asia Tenggara, Chommanard International Women's Literary Award 2025. Penghargaan yang berbasis di Thailand ini bertujuan untuk mengangkat karya penulis perempuan lintas budaya dan bahasa.
Novel ini mengisahkan keluarga Arya Wibisono yang kehilangan putra sulung mereka, Biru Laut. Ia dikabarkan ditahan oleh orang-orang yang tak dikenal bersama sejumlah rekannya yang tergabung dalam kelompok diskusi mahasiswa.
Keluarga Wibisono bersama Ratih Anjani, kekasih Laut, terus berupaya mencari keberadaannya tanpa henti. Bertahun-tahun berlalu, orang tua Laut masih meyakini bahwa putra mereka masih hidup, sementara sang adik, Asmara Jati, justru percaya bahwa kakaknya telah tiada.
Sejak pertama kali terbit pada 2017 dan mengalami tiga kali perubahan sampul, novel ini mencatatkan prestasi signifikan di industri penerbitan Indonesia. Pada pertengahan Juli 2025, buku tersebut mencapai cetakan ke-100.
Editor Senior di Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia (KPG), Christina Maria Udiani, menyebut capaian ini sebagai hal yang langka dalam tiga dekade terakhir.
"Kalau memperhitungkan waktu itu cepat ya sejauh ini, ke cetakan ke-100. Kalau diingat perjalanan menuju 100 saat pandemi di 2020 itu cetakan ke-10. Akhir 2020 ke 2024 itu berjalan cetakan ke-11 sampai 85," katanya di Gramedia Jalma, Blok M, Jakarta Selatan, pada Selasa (15/7/2025).
Menurut Christin, ada berbagai faktor yang membuat novel ini begitu diminati pembaca. Selain kekuatan cerita, momentum sosial dan peristiwa tertentu juga kerap memicu lonjakan penjualan.
"Kalau ada satu peristiwa entah peristiwa politik atau sekadar Lebaran langsung teringat sama Mas Laut, adegan saat di meja makan. Banyak peristiwa buat orang ingat sama adegan itu, dan dikomunikasikan lewat medsos, ada juga dari peristiwa letupan di dunia nyata. Ada masanya buku itu tiba-tiba heboh dan menyerbut ke toko buku," terangnya.
Dari total 100 kali cetak ulang, Laut Bercerita telah terjual lebih dari 500 ribu eksemplar.
(nkm/nkm)











































