Seskab Teddy Sebut 96 Juta Warga RI Lebih Percaya Prabowo Ketimbang Pengamat

Seskab Teddy Sebut 96 Juta Warga RI Lebih Percaya Prabowo Ketimbang Pengamat

Tim detikNews - detikSumut
Sabtu, 11 Apr 2026 15:01 WIB
Seskab Teddy Indra Wijaya. (Rolando/detikcom)
Foto: Seskab Teddy Indra Wijaya. (Rolando/detikcom)
Jakarta -

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyoroti fenomena yang ia sebut sebagai 'inflasi pengamat' di Indonesia.

Ia menilai, saat ini ada banyak sekali pengamat namun tidak didukung oleh latar belakang keilmuan yang relevan, serta menurutnya menyampaikan analisis yang tidak berbasis data yang akurat.

"Sekarang ini ada satu fenomena. Apa itu? Ada yang namanya inflasi pengamat. Jadi banyak sekali pengamat," kata Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir detikNews, Sabtu (11/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada pengamat beras tapi dia background-nya bukan di situ, ada pengamat militer, ada pengamat luar negeri, dan pengamat-pengamat itu datanya tidak sesuai fakta, datanya keliru. Oke," lanjutnya.

Menurut Teddy, sebagian dari pengamat tersebut bukanlah sosok baru di ruang publik. Ia menyebut, sejak sebelum Presiden Prabowo Subianto menjabat, kelompok pengamat tertentu sudah aktif berupaya membentuk opini masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Dan teman-teman coba Anda perhatikan dari sebagian besar pengamat-pengamat itu adalah pengamat-pengamat yang sejak dulu sudah berusaha mempengaruhi warga, membentuk opini publik, bahkan sejak Pak Prabowo belum menjadi presiden. Jadi pengamat-pengamat itu sudah memengaruhi warga," ujar Teddy.

Meski demikian, Teddy menegaskan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap Prabowo tetap tinggi. Ia menyebut lebih dari 96 juta masyarakat menunjukkan kepercayaan kepada Prabowo dibandingkan dengan pandangan para pengamat tersebut.

"Tapi faktanya apa? Faktanya lebih dari 96 juta warga lebih percaya Pak Prabowo, tidak percaya mereka. Nah, itu adalah bukti nyata kepercayaan publik, bukan suatu asumsi ya," ucapnya.

Lebih lanjut, Teddy mempersilakan berbagai pihak untuk menyampaikan pandangan maupun kritik. Namun, ia mengingatkan agar pernyataan yang disampaikan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya menyampaikan perbedaan pendapat secara konstruktif.

"Jadi saya kira boleh kita berbeda pandangan, boleh berbeda pendapat, silakan beri kritik, tapi jangan sampai kita memberi statement yang mengarah pada kecemasan, membuat orang cemas terhadap negeri ini ya," ucapnya.

Teddy juga memastikan bahwa kondisi nasional saat ini tetap stabil dan terkendali. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga optimisme serta bersama-sama membangun harapan positif bagi masa depan Indonesia.

"Semuanya stabil, semuanya terkendali, dan ya, mari kita sama-sama untuk mencapai yang terbaik ke depan. Kemudian satu lagi, kita harus punya harapan dan doa yang baik untuk negeri ini. Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang malah justru mengajak orang lain untuk punya harapan dan doa yang jelek untuk negeri yang kita cintai ini ya," ucapnya.




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads