Preman yang Viral Palak Pedagang Bubur hingga Pecahkan Mangkuk Ditangkap

Preman yang Viral Palak Pedagang Bubur hingga Pecahkan Mangkuk Ditangkap

Tim detikNews - detikSumut
Sabtu, 11 Apr 2026 22:29 WIB
Preman viral palak dan ancam pedagang bubur di Jakarta. (Foto: Media Sosial)
Preman viral palak dan ancam pedagang bubur di Jakarta. (Foto: Media Sosial)
Jakarta -

Aksi premanisme terjadi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus). Sejumlah pelaku memalak seorang penjual bubur dengan meminta uang sebesar Rp 300 ribu yang disebut sebagai "uang keamanan".

Peristiwa itu pun viral di media sosial pada Jumat (10/4). Dalam video yang beredar, terlihat pelaku mengambil mangkuk bubur dari gerobak milik korban, lalu menghancurkannya hingga pecahannya berceceran.

Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa pelaku meminta uang Rp 300 ribu dengan alasan biaya keamanan, sembari melontarkan ancaman akan menusuk korban jika tidak menuruti permintaannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pelapor sedang dagang bubur di TKP datang 3 (tiga) orang pelaku meminta uang jatah keamanan sebesar Rp 300 ribu sambil mengancam akan menusuk apabila tidak diberikan," ujarnya dilansir detikNews, Sabtu (11/4/2026).

Selain itu, para pelaku juga diduga melakukan pemerasan terhadap sebuah warung kopi di Jalan Fachrudin, Jakarta Pusat.

ADVERTISEMENT

Petugas kepolisian kemudian bergerak cepat dan berhasil menangkap tiga orang pelaku. Mereka langsung dibawa ke Polsek Tanah Abang untuk proses lebih lanjut.

"Berhasil membawa pelaku berjumlah 3 orang bernama TDT (26) warga Kampung Bali, DA (36) warga Kampung Bali, dan OP (36), warga Kampung Bali," kata Dhimas.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam yang dibawa pelaku.

"Membawa 3 orang pelaku ke Polsek untuk diambil keterangan. Menyita barang bukti sajam (senjata tajam)," imbuhnya.

Ketiga pelaku juga menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk tes urine. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka positif menggunakan narkotika jenis sabu.

"Cek urine dengan hasil ketiganya positif methamphetamine," kata Dhimas.




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads