Kebakaran satu unit rumah toko (ruko) penjual cat di Jalan Marelan Raya, Pasar V, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, menyebabkan satu orang tewas. Api diduga muncul saat proses pencampuran cat dengan tiner.
"Berdasarkan keterangan saksi yang saat itu melintas di depan Toko Jotun Gabe, melihat korban Akiong sedang mencampurkan cat dengan tiner dari dalam drum. Kemudian, muncul percikan api yang diduga berasal dari mesin pencampur cat," kata Kabag Ops Polres Pelabuhan Belawan Kompol Jan Piter Napitupulu, Jumat (10/4/2026)
Setelah muncul percikan api itu, kata Jan Piter, korban Akiong terkejut hingga membuat korban tak sengaja menumpahkan cairan tiner dari dalam drum. Akibatnya, api membesar hingga membakar toko tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akibat percikan api tersebut, korban yang terkejut tidak sengaja menumpahkan tiner, sehingga api dengan cepat membesar dan mengakibatkan kebakaran," jelasnya.
Dalam kejadian itu, satu orang dilaporkan meninggal dunia berinisial M (51). Sementara dua orang lainnya mengalami luka-luka, yakni Akiong (41) dan Nining (37).
"Kejadian ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka-luka," sebutnya.
Jan Piter mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi usai mendapatkan informasi kebakaran itu. Setelah api berhasil dipadamkan, pihak kepolisian pun melakukan olah TKP untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran.
"Kami melakukan pengamanan di TKP untuk membantu kelancaran pergerakan mobil pemadam kebakaran serta mengimbau masyarakat agar menjaga jarak aman saat proses pemadaman berlangsung. Kami juga telah melakukan olah TKP guna memastikan penyebab pasti kebakaran serta sebagai bagian dari proses penyelidikan lebih lanjut," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, toko penjual cat di Jalan Marelan Raya, terbakar. Dalam peristiwa tragis tersebut, satu orang tewas terbakar karena terjebak tidak dapat menyelamatkan diri.
"Iya ada satu orang perempuan, sepertinya keluarga pemilik toko lah, tiga orang lainnya selamat," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan, Wandro Abadi Agnelius Malau, Kamis (9/4).
Wandro juga mengatakan korban yang tewas tidak dapat diselamatkan lantaran berada di lantai 3. Selain itu, bagian tengah terkunci sehingga tidak bisa menyelamatkan diri.
(fnr/mjy)











































