Jejak Perkuburan Muslim Mandailing di Medan

Jejak Perkuburan Muslim Mandailing di Medan

Siti Asyaroh - detikSumut
Jumat, 10 Apr 2026 04:10 WIB
Taman Makam khusus Mandailing (Foto: Siti Asyaroh/detikcom)
Foto: Taman Makam khusus Mandailing (Foto: Siti Asyaroh/detikcom)
Medan -

Perkuburan muslim Mandailing di Jalan Brigjen Katamso, Medan, merupakan pemakaman khusus orang suku Mandailing yang beragama Islam. Perkuburan ini telah digunakan lebih dari 100 tahun.

Muhammad Fauzi, Nazir sekaligus ahli waris penghulu pada masa kesultanan Deli, menuturkan bahwa asal-usul pemakaman ini berawal dari seorang penghulu, H. Husein yang juga merupakan Kakek Fauzi. H. Husein dipercaya oleh kesultanan untuk mengelola tanah wakaf di kawasan Sungai Mati dan mengusulkan agar lahan tersebut sebagai tempat pemakaman khusus bagi masyarakat Mandailing.

"Dulu, penghulu di Sungai Mati ini Atok. Dapat dari kesultanan tanah ini. Itulah dijadikan pemakaman tanah ini untuk Mandailing. Karena Atok tadi penghulu, maka terjadilah pemakaman ini," ujar Fauzi, Rabu (8/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, dari berbagai sumber lainnya disebutkan bahwa tanah perkuburan ini mulanya berasal dari tokoh-tokoh Mandailing pada masa itu yang kemudian menjadi tanah wakaf.

ADVERTISEMENT

Seiring berjalannya waktu, pemakaman ini terus digunakan oleh masyarakat. Pengelola diteruskan oleh ahli waris H. Husein.

Namun, perubahan mulai terasa setelah wafatnya orang tua Fauzi pada tahun 2002. Saat itu, belum ada kepengurusan yang jelas sehingga pengelolaan berjalan tanpa arah selama beberapa tahun.

"Pada dasarnya ini untuk Mandailing. Tapi saat orang tua saya meninggal tahun 2002, jadi berkecamuk. Masing-masing mau jadi kenaziran. Karena tidak ada kepengurusan sampai 2007, akhirnya selama itu juga yang bukan Mandailing pun dimakamkan di sini, entah marga-marga apa saja," jelasnya.

Ketiadaan struktur pengelola membuat tanggung jawab sempat berpindah di antara anggota keluarga. Hingga akhirnya, pada tahun 2008, Fauzi mengambil alih peran sebagai Nazir secara resmi setelah mengurus legalitas ke Kantor Urusan Agama. Sertifikat pengelolaan yang sebenarnya telah diurus sejak tahun 1993 oleh ayahnya, baru terbit pada tahun yang sama, memperkuat posisinya sebagai pengelola sah.

Konflik besar justru muncul beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 2012. Saat itu, pihak luar mencoba mengambil alih pengelolaan pemakaman, memicu ketegangan yang cukup serius.

"Saya dapat dari Kantor Urusan Agama. Sertifikatnya sudah ada di Depag. Tahun 1993 itu sudah diurus Bapak saya, kemudian keluarnya tahun 2008. Jadi orang ini sempat ribut mau mengambil. Tahun 2012 bahkan mau direbut Serikat Tapanuli, tapi kami pertahankan. Mana bisa jatuh ke orang lain sementara sertifikatnya ada sama kami," tegas Fauzi.

Pada masa Fauzi, ketentuan perkuburan kembali ke awal, yaitu khusus untuk muslim Mandailing.

Dengan luas mencapai sekitar 26.000 meter persegi atau lebih dari dua hektare, perkuburan ini kini menjadi salah satu yang cukup besar di kawasan tersebut.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Penampilan Terbaru Anak Bungsu Michael Jackson, Makin Mirip Sang Ayah! "
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads