Otoritas Iran dilaporkan kembali menutup Selat Hormuz pada Rabu (8/4) waktu setempat. Penutupan ini disebut terjadi setelah serangan militer Israel di Lebanon yang menargetkan kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran. Informasi tersebut dilaporkan oleh media pemerintah Iran, Fars.
Meski begitu, dua kapal tanker tercatat berhasil melintasi jalur yang selama ini menjadi rute pasokan minyak dunia tersebut menurut layanan pelacakan kapal Marine Traffic.
Kapal milik Yunani, NJ Earth, serta kapal berbendera Liberia, Daytona Beach, menjadi yang pertama melintas sejak diumumkannya gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penutupan selat ini terjadi bersamaan dengan serangan militer Israel di Lebanon pada hari yang sama, yang dilaporkan menewaskan ratusan orang.
Dilansir The Hill, Kamis (9/4/2026), saat dimintai tanggapan terkait laporan penutupan Selat Hormuz dari kantor berita Fars, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut kabar tersebut tidak benar.
"Presiden telah mengetahui laporan tersebut sebelum saya naik ke podium, itu sama sekali tidak dapat diterima dan sekali lagi, ini adalah kasus di mana apa yang mereka katakan secara publik berbeda dengan apa yang mereka katakan secara pribadi," kata Leavitt kepada wartawan. "Kita telah melihat peningkatan lalu lintas di selat hari ini," imbuhnya.
