Purbaya Batasi Pembelian Motor Listrik MBG

Tim detikFinance - detikSumut
Kamis, 09 Apr 2026 11:16 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa tidak akan ada penambahan unit baru motor listrik untuk mendukung operasional program makan bergizi gratis (MBG) pada tahun ini. Pengadaan kendaraan tersebut sebelumnya sempat menjadi perhatian publik karena dilakukan di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Purbaya menjelaskan bahwa motor listrik yang ramai dibahas sebenarnya berasal dari anggaran tahun sebelumnya. Mengacu pada keterangan Kepala BGN, Dadan Hindayana, ia menegaskan bahwa tidak ada pengadaan motor listrik baru pada tahun ini.

"Dia (Kepala BGN Dadan Hindayana) bilang itu emang anggaran tahun lalu, yang sudah sempat terlanjur keluar itu. Tapi yang tahun ini, dia konfirmasi, nggak ada pembelian motor listrik baru, untuk program," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, dilansir detikFinance, Kamis abu (9/4/2026).

Saat dimintai tanggapan terkait isu penolakan tambahan unit motor listrik, Purbaya menyebut bahwa sisa unit yang belum masuk ke Indonesia tidak akan dilanjutkan pengadaannya. Hingga saat ini, realisasi pengadaan motor listrik tercatat sekitar 21.600 unit dari target 24.400 unit.

"Kan sebagian udah keluar, sisanya ya ditolak. Jadi dibatasilah, bukan ditolak," jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memaparkan alasan di balik pengadaan puluhan ribu motor listrik untuk program MBG. Menurutnya, kendaraan tersebut diperlukan untuk mendukung operasional di wilayah yang sulit dijangkau, termasuk desa-desa terpencil. Kebijakan ini menjadi sorotan karena berlangsung saat pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran.

"Ini kan untuk menjangkau daerah-daerah yang sangat sulit, jangkau desa-desa. Ini untuk nunjang operasional," kata Dadan di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (8/4/2026).

Dadan menambahkan, realisasi pengadaan motor listrik telah mencapai sekitar 21.600 unit dari target 24.400 unit, dengan sumber dana berasal dari anggaran tahun 2025. Ia juga memastikan bahwa tidak ada alokasi anggaran serupa untuk tahun 2026.

Harga pasaran motor tersebut sekitar Rp 52 juta per unit, namun BGN memperoleh dengan harga sekitar Rp 40 jutaan. Nantinya, kendaraan ini akan didistribusikan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang berada di daerah dengan akses sulit.



Simak Video "Kepala BGN Ungkap Harga Motor Listrik Buat MBG: Rp 42 Juta"

(nkm/nkm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork