Walkot Minta Guru di Banda Aceh Melek Teknologi: Hati Tak Bisa Diganti Robot

Walkot Minta Guru di Banda Aceh Melek Teknologi: Hati Tak Bisa Diganti Robot

Agus Setyadi - detikSumut
Rabu, 08 Apr 2026 19:21 WIB
Walkot Banda Aceh Illiza meninjau pelatihan guru SD. (Agus Setyadi/detikSumut)
Foto: Walkot Banda Aceh Illiza meninjau pelatihan guru SD. (Agus Setyadi/detikSumut)
Banda Aceh -

Puluhan guru sekolah dasar (SD) di Banda Aceh mendapatkan pelatihan tentang kecerdasan buatan lewat program AI Go School. Para pengajar diminta harus melek teknologi untuk mempersiapkan generasi emas tahun 2045.

Pelatihan kelas kecerdasan artificial ini digelar Mafindo Aceh untuk guru SD se-Kota Banda Aceh di Aula Tekomdik Disdik Banda Aceh, Rabu (8/4/2026). Para guru tampak antusias mengikuti pelatihan yang dibuka Wali Kota Illiza Sa'aduddin Djamal.

Illiza mengatakan, di tengah perkembangan teknologi para guru tidak sepenuhnya bisa digantikan oleh robot karena proses belajar-mengajar harus dilakukan dengan hati. Dia meminta para guru meningkatkan kemampuan intelegensia sehingga bisa mendidik siswa secara emosional dan spiritual.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Para guru juga harus melek teknologi. Guru ini tidak akan pernah digantikan oleh robot, dengan teknologi karena otak bisa digantikan tapi hati tidak akan pernah bisa digantikan," kata Illiza kepada wartawan.

Menurutnya, generasi emas Banda Aceh nantinya harus cerdas secara emosional dan spiritual dalam menggunakan teknologi. Kehadiran AI saat ini disebut memberikan berbagai kemudahan dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

ADVERTISEMENT

"Para guru juga akan mendapatkan kemudahan tapi jika salah menggunakan justru kita melahirkan generasi yang hampa ya, generasi yang punya ilmu tapi tidak tahu arah," jelas Illiza.

Pelatihan AI untuk guru disebut akan terus dilakukan berkolaborasi dengan berbagai pihak di Banda Aceh Academy. Mereka akan dilatih secara daring dan luring sehingga ke depan bisa mendapatkan sertifikasi.

Illiza menyebutkan, AI saat ini belum masuk kurikulum wajib di sekolah. Namun pemerintah akan terus mempersiapkan siswa agar dapat bersaing dengan sekolah-sekolah lain di luar Aceh.

"Mau tidak mau nantinya ini akan menjadi sebuah kewajiban jadi jangan sampai guru-guru ini tertinggal," ujar mantan anggota DPR RI itu.




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads