1.000 Rumah Rumah Bakal Dibangun di Lahan KAI, Swasta Ikut Berperan

1.000 Rumah Rumah Bakal Dibangun di Lahan KAI, Swasta Ikut Berperan

Tim detikFinance - detikSumut
Senin, 06 Apr 2026 10:44 WIB
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria dan Menteri PKP Maruarar Sirait melakukan peninjauan lahan untuk program 3 juta hunian rakyat di lahan aset KAI di jalan Kemukus Stasiun Jakarta Kota, Jakarta Barat.
Menteri PKP Maruarar Sirait dan COO Danantara Dony Oskaria tinjau lahan KAI untuk pembangunan rumah murah. (Foto: detikcom/Heri Purnomo)
Jakarta -

Kepala BP BUMN/COO Danantara, Dony Oskaria, bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, meninjau aset lahan milik PT KAI di kawasan Stasiun Jakarta Kota, Jakarta Barat. Peninjauan ini dilakukan dalam rangka mendukung program pembangunan 3 juta hunian bagi masyarakat.

Menteri PKP, yang akrab disapa Ara, menjelaskan bahwa pemerintah saat ini sedang mematangkan berbagai regulasi serta skema pembiayaan alternatif, termasuk penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dalam pembangunan rumah susun subdisi. Dalam skema ini, lahan tetap dikuasai negara, sementara pembangunan fisik dilakukan oleh sektor swasta.

"Tanahnya tetap milik negara, kemudian yang bangun swasta, kemudian dikembalikan kepada negara," ujar Ara di Kawasan Kota Tua, Jakarta, Minggu (5/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu pihak swasta yang telah berkomitmen adalah PT Astra International Tbk. Melalui Chief of Corporate Affairs, Boy Kelana Soebroto, perusahaan tersebut menyatakan kesiapannya untuk membangun 1.000 unit rumah susun layak huni. Setiap unit direncanakan memiliki luas 35 meter persegi yang terdiri dari dua kamar tidur dan satu kamar mandi.

"1.000 unit rumah layak huni, Pak, rumah susun. Satu unitnya ada dua kamar, ukurannya 35 meter, ada satu kamar mandinya juga," kata Boy.

ADVERTISEMENT

Pengerjaan proyek ini direncanakan mulai berjalan tahun ini, segera setelah ketersediaan lahan dikonfirmasi oleh pemerintah. Mengenai lokasi spesifiknya, Ara menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada pihak BP BUMN dan PT KAI.

"Dalam kunjungan kerja, hari ini ada kepastian, ada 1.000 rusun yang dibangun oleh Astra ya, dan itu akan di tanah kereta api, lokasinya kami akan menunggu daripada Pak Doni, dan juga Dirut Kereta Api," tambahnya.

Dony Oskaria mengonfirmasi bahwa pihaknya dan PT KAI tengah melakukan kajian mendalam untuk menetapkan titik lokasi pembangunan yang paling tepat dalam waktu dekat.

"Barusan kita melihat meninjau kesiapan lahan yang akan kita pergunakan untuk pembangunan rumah tadi, MBR dan MBT dan insyaallah mudah-mudahan segera akan kita tentukan dan ini juga bagian daripada program pemerintah untuk menyediakan rumah bagi masyarakat Indonesia," pungkas Dony.




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads