Internasional

Trump dan Iran Beda Cerita soal Penyelamatan Pilot Jet Tempur AS

Tim detikcom - detikSumut
Senin, 06 Apr 2026 08:00 WIB
Donald Trump (Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein)
Jakarta -

Klaim keberhasilan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) militer Amerika Serikat di wilayah Iran memicu perselisihan informasi yang tajam. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pilot jet tempur F-15E Strike Eagle yang jatuh telah berhasil dievakuasi, namun pihak Teheran justru menyebut misi tersebut sebagai kegagalan total yang mengakibatkan jatuhnya lebih banyak armada AS.

Klaim Keberhasilan dari Gedung Putih

Melalui unggahan di media sosial pada Minggu (5/4/2026), Presiden Donald Trump mengeklaim bahwa anggotanya yang sempat hilang pasca-penembakan jet tempur pada Jumat (3/4) telah ditemukan. Trump menyebut operasi tersebut melibatkan puluhan pesawat dan pemantauan intensif selama 24 jam.

Mengenai kondisi sang pilot, Trump menginformasikan kondisi pilot terluka "akan baik-baik saja,". Ia juga menambahkan bahwa pilot tersebut sempat berlindung "di pegunungan Iran yang berbahaya."

Lebih lanjut, Trump menegaskan bahwa AS telah memantau lokasi tersebut "24 jam sehari, dan dengan tekun merencanakan penyelamatannya."

Iran: "Misi Tersebut Benar-Benar Gagal"

Di sisi lain, Komando Pusat Militer Iran, Khatam Al-Anbiya, mengeluarkan pernyataan kontradiktif. Pihak Iran mengakui telah menembak jatuh lebih banyak armada AS yang dikirim dalam misi penyelamatan di wilayah Isfahan.

"Pesawat musuh yang masuk ke wilayah Isfahan selatan, termasuk dua helikopter Black Hawk dan satu pesawat angkut militer C-130, telah dihantam dan sekarang terbakar," ujar juru bicara Khatam Al-Anbiya melalui laporan AFP.

Ebrahim Zolfaghari, juru bicara komando tersebut, secara tegas membantah pernyataan Trump. Dalam siaran televisi pemerintah, ia menyebut upaya AS di bandara yang ditinggalkan di Isfahan selatan sebagai kegagalan telak.

"Operasi penyelamatan militer AS yang disebut-sebut itu, yang direncanakan sebagai misi penipuan dan pelarian di bandara yang ditinggalkan di selatan Isfahan dengan dalih menyelamatkan pilot pesawat yang jatuh, benar-benar gagal," tegas Ebrahim Zolfaghari.



Simak Video "Video Trump soal Negosiasi dengan Iran: Mereka Licik"

(afb/afb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork