Prajurit TNI mengebut pembangunan jembatan gantung Perintis Garuda yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang pasca bencana. Progres Pembangunan saat ini disebut sudah mencapai 79,90 persen.
Jembatan sepanjang 240 meter membentang di atas sungai Tamiang yang menghubungkan Desa Sekerak Kiri dengan Desa Bandar Mahligai. Jembatan itu disebut menjadi akses warga pasca jembatan sebelumnya putus akibat banjir akhir November 2025.
"Putusnya jembatan sebelumnya menghambat mobilitas warga serta berdampak pada aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat," kata Kapendam Iskandar Muda Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal dalam keterangannya, Rabu (25/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, berbagai tahapan pekerjaan telah diselesaikan di antaranya pembersihan lokasi, pemasangan boplang (tali poros jembatan), penggalian lubang deadman, penggalian parit sling, hingga pembangunan pondasi tiang gapura telah rampung 100 persen.
Selain itu, pekerjaan konstruksi utama lainnya seperti pembuatan deadman atau anchor, pemasangan sling deadman, pembentangan seling, serta pengecoran lubang deadman dan gapura telah selesai sepenuhnya. Pembangunan struktur gapura, termasuk pembuatan piramid dan tembok gapura, juga telah diselesaikan dengan capaian 100 persen.
Prajurit TNI dibantu masyarakat setempat juga telah memasang besi palangan serta reling turunan pada titik A dan titik B. Beberapa pekerjaan lanjutan masih terus berlangsung secara bertahap di antaranya pemasangan gelagar memanjang yang telah mencapai 50 persen, pemasangan seling rawaian sebesar 80 persen, serta pemasangan papan pijakan yang saat ini berada pada progres 30 persen.
Adapun pekerjaan pemasangan ram kawat masih berada pada tahap awal (0 persen), sedangkan pemasangan plang anjuran, plang identitas jembatan, serta pengecatan telah mencapai 40 persen.
"Seluruh material yang dibutuhkan dalam pembangunan jembatan ini telah berhasil didroping 100 persen ke lokasi pekerjaan, sehingga tidak terdapat kendala berarti dalam hal ketersediaan bahan. Hal ini menjadi salah satu faktor pendukung kelancaran proses pembangunan di lapangan," jelas Mustafa.
Mustafa berharap akses transportasi masyarakat dapat kembali normal bahkan lebih baik dari sebelumnya pasca dibangunnya jembatan gantung tersebut. Selain itu, keberadaan jembatan ini juga diharapkan mampu mempercepat distribusi hasil pertanian, mempermudah akses pendidikan dan layanan kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Kecamatan Sekerak secara berkelanjutan.
"Dengan progres pembangunan yang terus meningkat secara konsisten, diharapkan Jembatan Gantung Perintis Garuda ini dapat segera diselesaikan tepat waktu dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Kehadiran jembatan ini tidak hanya menjadi sarana penghubung fisik antarwilayah, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan, kemajuan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang," ujar Mustafa.
(agse/mjy)











































