Sebuah video yang memperlihatkan petugas pemadam kebakaran (Damkar) menangani seorang pria yang diduga mengalami kesurupan di Samarinda ramai diperbincangkan di media sosial.
Peristiwa itu terjadi di Posko V Samarinda Seberang milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda pada hari kedua Idulfitri 1447 Hijriah.
Dilihat detikKalimantan dari video yang beredar, terlihat sejumlah petugas damkar berusaha membantu seorang pria yang kondisinya tidak stabil hingga akhirnya bisa kembali tenang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Personel Damkar Posko V Samarinda Seberang, Novan, menjelaskan kejadian itu berlangsung saat pergantian sif petugas pada Minggu, 22 Maret 2026 sekitar pukul 08.00 Wita. Regu 1 yang barau saja selesai bertugas hendak pulang dan kemudian digantikan Regu 2. Pria yang ditangani tersebut diketahui memang sering melewati posko tersebut.
"Nah bapak ini memang sering lewat di depan posko. Biasanya hanya mondar-mandir atau sekadar mampir," ujar Novan, dilansir detikKalimantan, Selasa (24/3/2026).
Menurut Novan, pria tersebut pada hari pertama lebaran sempat datang ke posko untuk silaturahmi. Pihak Damkar sudah menawarkan makanan namun pria itu menolaknya.
Lalu keesokan paginya, pada hari kedua lebaran, pria tersebut datang lagi dan minta bantuan ke petugas. Dia mengaku merasa seperti sedang kesurupan.
"Datang Langsung dia merasa, 'Anu Pak, minta tolong Pak ini Pak'. Dia bilang nya. Saya ini merasa kesurupan katanya seperti itu," ujarnya.
Tak lama kemudian, pria tersebut menunjukkan perilaku tak biasa seperti berteriak dan menggerakkan tangan secara tidak terkendali, sehingga membuat petugas dan relawan sempat panik.
Meski bukan bagian dari tugas utama damkar, namun petugas tetap mencoba membantu walau pun dengan cara sederhana, seperti menenangkan korban hingga membacakan doa.
Selain itu, mereka juga memberikan air minum yang telah didoakan, lalu meminta pria tersebut untuk mencuci muka dan meminumnya sambil terus diajak berkomunikasi.
Novan menyebut proses penanganan berlangsung sekitar satu setengah jam hingga akhirnya kondisi pria itu kembali normal sekitar pukul 09.30 Wita.
"Akhirnya dengan penanganan seperti itu ya syukur alhamdulillah normal ibaratnya seperti itu jadi dan lagi enggak ada lagi yang yang seperti kesurupan," kata Novan.
Diminta Istigfar, Mengaku Kristen
Ia juga mengungkapkan momen unik saat penanganan berlangsung. Saat itu petugas meminta pria tersebut beristigfar, namun dia mengaku beragama Kristen.
"Dia sempat bilang 'Maaf Pak, saya Kristen'. Kami sempat bingung juga, tapi tetap berusaha membantu dengan doa yang kami bisa," ujarnya.
Menurut Novan, pria tersebut memang kerap datang ke posko untuk sekadar meminta air minum. Dari informasi relawan, ia diketahui pernah bekerja sebagai juru parkir di sekitar kawasan tersebut.
Ia menegaskan, kejadian tersebut merupakan pengalaman pertama bagi petugas damkar di posko tersebut.
"Ini baru pertama kali kami menangani kejadian seperti ini, jadi teman-teman juga sempat bingung karena bukan tugas damkar," katanya.
Meski begitu, Novan memastikan peristiwa yang viral itu benar-benar terjadi dan bukan rekayasa atau hanya untuk viral.
"Itu benar-benar kejadian nyata, bukan gimik atau drama," tegasnya.
(nkm/nkm)











































