Kronologi Pria India Temukan Ginjal Ketiga, Tak Sengaja Saat Berobat

Kronologi Pria India Temukan Ginjal Ketiga, Tak Sengaja Saat Berobat

Averus Kautsar - detikSumut
Senin, 23 Mar 2026 06:30 WIB
Ilustrasi ginjal
Ilustrasi ginjal (Foto: Getty Images/Nadzeya Haroshka)
Jakarta -

Seorang pria berusia 31 tahun di Wardha, India, dikejutkan dengan penemuan kondisi medis langka pada tubuhnya. Awalnya, ia datang ke rumah sakit setelah menderita nyeri punggung kanan selama lima hari, disertai demam tinggi mencapai 39Β°C dan rasa perih saat buang air kecil.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya infeksi serius yang ditandai dengan urine yang keruh. Kondisi ini mengindikasikan adanya masalah pada saluran kemih.

Dilansir detikHealth dari Live Science, tes darah menunjukkan peningkatan sel darah putih untuk melawan infeksi. Kemudian adanya bakteri klebsiella pneumoniae yang ditemukan melalui kultur urine sebagai penyebab infeksi saluran kemih (ISK).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, kejutan muncul saat pemindaian USG dan CT scan dilakukan. Dokter menemukan supernumerary kidney atau ginjal ketiga. Organ tambahan ini menyatu dengan ginjal kanan dan membentuk struktur unik menyerupai tapal kuda.

Kondisi ini merupakan kelainan bawaan sejak lahir yang dipicu oleh pembelahan sel abnormal pada jaringan ginjal saat di kandungan. Fenomena ini sangat langka, dengan laporan kasus kurang dari 100 orang per tahun di seluruh dunia.

ADVERTISEMENT

Meski sering kali tidak terdeteksi karena tidak mengganggu fungsi tubuh, dalam kasus pria ini, struktur anatomi tersebut memicu masalah:

  • Pembengkakan: Terjadi pada ginjal kiri dan kanan.
  • Batu Ginjal: Adanya tumpukan kristal mineral akibat urine yang terlalu pekat, yang akhirnya memicu infeksi.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, dokter melakukan tindakan medis berupa pemasangan stent (selang plastik khusus) pada saluran ureter kiri guna melancarkan aliran urine. Pasien juga mendapatkan asupan cairan (hidrasi) dan antibiotik melalui infus.

Setelah dua hari perawatan intensif, kondisi pasien berangsur pulih. Ia diperbolehkan pulang dengan jadwal kontrol satu bulan kemudian untuk pelepasan stent serta prosedur lanjutan penanganan batu ginjalnya.




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads