Internasional

Rudal Iran Masih Banyak Meski Terus Digempur

Fino Yurio Kristo - detikSumut
Minggu, 22 Mar 2026 23:59 WIB
Ilustrasi rudal Iran (Foto: Times of Islamabad)
Jakarta -

Meski berada di bawah tekanan serangan militer dari Amerika Serikat dan Israel, Iran menegaskan bahwa aktivitas manufaktur persenjataannya tidak terhenti. Teheran mengklaim bahwa lini produksi rudal mereka masih beroperasi secara konsisten sesuai target yang telah ditetapkan.

Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Jenderal Ali Mohammad Naeini, menyatakan kepada kantor berita IRNA "bahkan dalam kondisi perang, yang mana ini luar biasa, dan tidak ada masalah berarti dalam hal penumpukan stok".

Sejak pecahnya konfrontasi bersenjata pada 28 Februari, Iran telah meluncurkan berbagai serangan rudal yang menyasar Israel serta beberapa negara tetangga yang menampung infrastruktur militer dan ekonomi AS. Wilayah yang terdampak meliputi Qatar, Uni Emirat Arab (termasuk situs sipil dan energi), serta Kuwait dan Bahrain. Berdasarkan laporan CNBC yang dilansir detikINET, serangan Iran juga menjangkau Provinsi Timur Arab Saudi, yang merupakan pusat ladang minyak utama negara tersebut.

Sebelum konflik meluas, Iran diakui memiliki koleksi rudal paling variatif di Timur Tengah, dengan jangkauan operasional mencapai 2.000 kilometer. Estimasi jumlah stok rudal mereka cukup beragam. Militer Israel memperkirakan sekitar 2.500 unit, ada juga perkiraan lain mencapai angka 6.000 unit.

Sementara Atlantic Council (Alex Plitsas) memprediksi adanya 2.000 hingga 3.000 rudal jarak menengah, serta 6.000 hingga 8.000 rudal jarak pendek sebelum perang dimulai.

Terdapat perbedaan pandangan mengenai kondisi terkini kekuatan Iran. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kemampuan rudal balistik Iran sudah hancur secara fungsional. Namun, pandangan ini sedikit berbeda dengan Jenderal AS Dan Caine yang menjabat sebagai Ketua Kepala Staf Gabungan. Dia mengakui Iran masih memiliki sisa-sisa kemampuan rudal.

Di sisi lain, Israel terus menargetkan pabrik-pabrik drone dan rudal Iran. Meski demikian, William Alberque dari Pacific Forum berpendapat bahwa serangan terhadap fasilitas di atas permukaan tanah tidak serta-merta melumpuhkan seluruh produksi.

"Tentu saja merupakan kepentingan Iran terlihat sekuat mungkin. Jadi ada unsur pamer kekuatan dan melebih-lebihkan di sini. Namun, kapasitasnya bukan berarti nol dan kita sama sekali tidak bisa mengetahuinya dan Iran memang tidak ingin kita mengetahuinya."

Artiikel ini sudah tayang di detikInet, baca selengkapnya di sini.



Simak Video "Video: Sirine Meraung, Rudal Iran Lintasi Israel dan Tepi Barat"

(afb/afb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork