Setelah selesai melaksanakan salat Idul Fitri 1447 Hijriah, Prabowo meninjau Hunian Sementara (Huntara) yang tidak jauh dari tempat salat. Warga meminta kepada Prabowo agar menjamin keamanan di Huntara.
Dalam peninjauan, Prabowo melihat dan memasuki dua hunian Huntara di Aceh Tamiang. Peninjauan tersebut disambut hangat oleh warga. Warga penghuni Huntara, Nurita mengatakan terharu atas kedatangan Prabowo dalam rangka melaksanakan salat Id di Masjid Darussalam, Aceh Tamiang. Ia menyebut doanya terkabul.
"Terharu kami atas kedatangan pak Prabowo, senang kali kami sekeluarga. Kedatanganya kami impikan, kapan ya saya dapat menjabat tangan beliau. Ternyata Allah mendengar doa kami," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nurita mengatakan Prabowo datang ke hunian menantunya bersama para menteri. Ia juga mengatakan Presiden ke-8 itu menyapa dan menyalami keluargnya.
"Tadi pak Prabowo datang melihat hunian Huntara dan kami sekeluarga bersalaman. Pak Prabowo juga bersalaman dengan anak-anak saya," kata Nurita
Lebih lanjut, Nurita mengatakan kualitas hunian Huntara yang disediakan pemerintah bagus dan nyaman.
"Kualitas bangunanya bagus dan nyaman," ucapnya.
Nurita mengaku sementara waktu harus menumpang di hunian anak dan menantunya. Ia mengatakan huniannya di blok a 4 ditinggalkan karena dikeroyok dua kampung.
"Hunian ini atas nama Rudi Kurniawan menantu saya, untuk sementara waktu kami tinggal disini. Rumah saya hancur di blok a 4, untuk saat ini gak tau keadaan rumah disana bagaimana. Banyak warga yang pindah, saya memohon kepada bapak Presiden agar menjamin keamanan kami," ucapnya.
Nurita mengaku ketakutan ketika hendak kembali ke huniaannya karena memiliki anak, ia risau jika terjadi hal tidak diinginkan kepada keluarganya. Ia mengatakan pada saat itu, kira-kira dua kampung yang mengeroyok mereka.
"Saya takut kembali lagi karena punya anak lima orang. Saat itu, dua kampung mengkroyok kami," keluhnya denga mata berkaca-kaca.
Lebih lanjut, ia mengatakan hunian yang tidak aman tersebut tidak jauh dari huniaan menantu dan anaknya.
"Rumah hunian yang ditinggalkan berlokasi dibelakang ini. Kalau rumah kami yang terkena bencana banjir berlokasi di Sukajadi dekat titi," pungkasnya.
(bpa/bpa)











































