Pernahkah Anda merasa durasi siang hari terasa jauh lebih lama atau lebih singkat dari biasanya? Nah, pada tanggal 20 Maret 2026 mendatang, Bumi akan mengalami fenomena unik di mana durasi siang dan malam hampir sama persis di seluruh dunia. Fenomena ini disebut dengan Ekuinoks Maret.
Apa sebenarnya yang terjadi di langit kita? Mengapa matahari bisa berpindah posisi? Mari kita bahas selengkapnya.
Apa Itu Ekuinoks?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari jurnal Posisi matahari pada saat ekuinoks, summer solstice, dan winter solstice di observatorium ilmu falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara oleh Abu Yazid Raisal dkk, secara astronomis, Ekuinoks Maret adalah momen ketika Matahari melintas tepat di atas garis khatulistiwa (ekuator) Bumi. Kata Ekuinoks sendiri berasal dari bahasa Latin aequus (sama) dan nox (malam).
Pada saat ini, poros Bumi tidak condong menjauhi atau mendekati Matahari. Akibatnya, sinar matahari jatuh merata ke seluruh permukaan planet, sehingga hampir semua wilayah di Bumi merasakan durasi siang dan malam yang setara, yaitu masing-masing sekitar 12 jam
Mengapa Fenomena Ini Terjadi?
Penyebab utama ekuinoks adalah kemiringan sumbu rotasi Bumi sebesar 23,5 derajat terhadap bidang orbitnya saat mengelilingi Matahari. Karena kemiringan ini, posisi Matahari terlihat berubah-ubah sepanjang tahun fenomena ini kita kenal sebagai Gerak Semu Tahunan Matahari.
- Titik Balik Utara (Tropis Cancer): Matahari berada di posisi paling utara (23,5 derajat LU) pada 21 Juni (Solstis Musim Panas).
- Titik Balik Selatan (Tropis Capricorn): Matahari berada di posisi paling selatan (23,5 derajat LS) pada 22 Desember (Solstis Musim Dingin).
- Ekuinoks: Terjadi saat Matahari transit di tengah-tengah (khatulistiwa) dalam perjalanannya dari utara ke selatan atau sebaliknya.
- Ekuinoks terjadi dua kali setahun, pada 20 atau 21 Maret (Ekuinoks Musim Semi untuk belahan Bumi utara) dan 23 September (Ekuinoks Musim Gugur untuk belahan Bumi utara).
Dampak Ekuinoks Bagi Kita
Meski terdengar teknis, ekuinoks memiliki dampak nyata yang bisa kita rasakan:
- Perubahan musim, di belahan Bumi utara, ini menandai dimulainya musim semi. Sebaliknya, di belahan Bumi selatan, ini adalah awal musim gugur.
- Bagi wilayah khatulistiwa seperti Indonesia, posisi Matahari yang tepat di atas kepala dapat menyebabkan peningkatan suhu udara yang lebih panas dari biasanya pada tengah hari.
- Inilah satu-satunya waktu dalam setahun di mana penduduk di kutub utara dan kutub selatan bisa melihat Matahari terbit atau terbenam secara bersamaan.
Bagaimana para ilmuwan tahu posisi persis Matahari? Salah satu caranya adalah menggunakan Tata Koordinat Horizon.
Ini adalah sistem koordinat paling sederhana yang membagi bola langit menjadi dua bagian: bagian atas yang terlihat dan bagian bawah yang tersembunyi. Namun, karena Bumi terus berputar (rotasi), koordinat ini selalu berubah setiap saat.
Oleh karena itu, ekuinoks dan solstis tidak selalu terjadi pada jam atau tanggal yang persis sama setiap tahunnya karena adanya variasi kemiringan ekuator langit terhadap jalur edar Matahari (ekliptika).
Berdasarkan data dari In-The-Sky.org, Ekuinoks Maret tahun ini akan jatuh pada tanggal 20 Maret 2026
Jadi, jangan lewatkan momen langka ini! Meskipun bagi kita di Indonesia Matahari selalu terasa terik, ekuinoks adalah pengingat betapa presisinya pergerakan planet kita di semesta.
Artikel ini ditulis oleh peserta magang Kemnaker, Dwi Puspa Handayani Berutu di detik.com
(nkm/nkm)











































