RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengerahkan tim medis dari berbagai disiplin ilmu untuk menangani pasien berinisial AY (27), korban penyiraman cairan kimia. Mata korban mengalami area paling parah akibat insiden itu.
Pasien dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Jumat (13/3) dini hari dengan luka bakar di beberapa bagian tubuh.
"Pasien datang dengan keluhan luka bakar pada wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan, disertai gangguan penglihatan pada mata kanan," jelas Manajer Hukum dan Humas RSCM Yoga Nara, dilansir detikHealth, Selasa (17/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan korban mengalami luka bakar sekitar 20 persen dari total permukaan tubuh. Meski demikian, bagian yang terdampak paling parah yakni pada mata kanan akibat paparan zat kimia yang bersifat asam.
"Kondisi tersebut menyebabkan penurunan tajam penglihatan serta kerusakan pada permukaan kornea," lanjut Yoga.
Cedera pada mata tersebut diklasifikasikan sebagai trauma kimia derajat tiga pada fase akut, yang tergolong berat dan berpotensi memengaruhi fungsi penglihatan.
Untuk menangani kondisi tersebut, tim dokter segera melakukan tindakan medis.
"Pasien menjalani tindakan pembersihan jaringan yang rusak pada mata kanan serta transplantasi membran amnion guna melindungi permukaan mata dan mendukung proses penyembuhan," sebut Yoga.
Ditangani tiga dokter spesialis
Perawatan terhadap pasien dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan tiga dokter spesialis utama.
"Pasien menjalani tindakan pembersihan jaringan yang rusak pada mata kanan serta transplantasi membran amnion guna melindungi permukaan mata dan mendukung proses penyembuhan," sebut Yoga.
Kolaborasi para tenaga medis ini dibutuhkan karena luka yang dialami korban cukup kompleks, terutama di area wajah dan mata.
Baca Selengkapnya di Sini: 3 Dokter Spesialis Tangani Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Mata Rusak Parah |
(nkm/nkm)











































