Mata Aktivis KontraS yang Disiram Air Keras Rusak Parah

Mata Aktivis KontraS yang Disiram Air Keras Rusak Parah

Nafila Sri Sagita K - detikSumut
Rabu, 18 Mar 2026 07:29 WIB
Polda Metro Jaya gelar konferensi pers update kasus penyiraman air keras ke aktivis KontraS Andrie Yunus (Rizky/detikcom)
Foto: Polda Metro Jaya gelar konferensi pers update kasus penyiraman air keras ke aktivis KontraS Andrie Yunus (Rizky/detikcom)
Jakarta -

RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengerahkan tim medis dari berbagai disiplin ilmu untuk menangani pasien berinisial AY (27), korban penyiraman cairan kimia. Mata korban mengalami area paling parah akibat insiden itu.

Pasien dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Jumat (13/3) dini hari dengan luka bakar di beberapa bagian tubuh.

"Pasien datang dengan keluhan luka bakar pada wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan, disertai gangguan penglihatan pada mata kanan," jelas Manajer Hukum dan Humas RSCM Yoga Nara, dilansir detikHealth, Selasa (17/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan korban mengalami luka bakar sekitar 20 persen dari total permukaan tubuh. Meski demikian, bagian yang terdampak paling parah yakni pada mata kanan akibat paparan zat kimia yang bersifat asam.

"Kondisi tersebut menyebabkan penurunan tajam penglihatan serta kerusakan pada permukaan kornea," lanjut Yoga.

ADVERTISEMENT

Cedera pada mata tersebut diklasifikasikan sebagai trauma kimia derajat tiga pada fase akut, yang tergolong berat dan berpotensi memengaruhi fungsi penglihatan.

Untuk menangani kondisi tersebut, tim dokter segera melakukan tindakan medis.

"Pasien menjalani tindakan pembersihan jaringan yang rusak pada mata kanan serta transplantasi membran amnion guna melindungi permukaan mata dan mendukung proses penyembuhan," sebut Yoga.

Ditangani tiga dokter spesialis

Perawatan terhadap pasien dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan tiga dokter spesialis utama.

"Pasien menjalani tindakan pembersihan jaringan yang rusak pada mata kanan serta transplantasi membran amnion guna melindungi permukaan mata dan mendukung proses penyembuhan," sebut Yoga.

Kolaborasi para tenaga medis ini dibutuhkan karena luka yang dialami korban cukup kompleks, terutama di area wajah dan mata.




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads