Di tahun 2026 yang serba digital ini, WhatsApp telah bertransformasi menjadi lebih dari sekadar aplikasi untuk bertukar pesan. Untuk kita, WhatsApp berfungsi sebagai pusat segala aktivitas, dari urusan pekerjaan, bisnis, hingga percakapan pribadi dengan keluarga.
Namun, ketenaran ini memiliki sisi negatif. Di satu sisi, komunikasi menjadi lebih lancar, tetapi di sisi lain, WhatsApp juga menjadi sasaran empuk bagi hacker dan penipuan siber.
Apakah Anda pernah mendengar kasus teman yang akunnya WhatsApp mendadak dibajak dan meminjam uang dari semua kontaknya? Atau juga, mungkin Anda sendiri pernah menerima pesan misterius yang berisi file APK yang berpura-pura sebagai undangan pernikahan? Untuk menghindari situasi menakutkan tersebut, sangat krusial untuk memperkuat keamanan akun Anda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut adalah enam metode paling efektif dan praktis untuk melindungi akun WhatsApp Anda dari ancaman hacker.
1. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah
Bila Anda hanya mengandalkan pada kode OTP (One-Time Password) yang dikirim lewat SMS, sistem proteksi Anda masih tergolong lemah. Para hacker memiliki berbagai cara untuk mendapatkan kode tersebut, misalnya dengan teknik SIM Swap atau menipu Anda untuk memberikan kode itu dengan sukarela.
Verifikasi Dua Langkah berfungsi sebagai perisai tambahan. Fitur ini mengharuskan Anda untuk membuat sebuah PIN enam digit yang bersifat rahasia. PIN ini akan diminta secara teratur dan setiap kali Anda mencoba mendaftarkan nomor WhatsApp ke perangkat baru.
Tanpa PIN tersebut, hacker tidak akan mampu mengakses akun Anda meskipun mereka memiliki kartu SIM Anda. Hindari menggunakan kombinasi angka yang gampang ditebak seperti "123456" atau tanggal lahir Anda. Pilihlah angka acak yang hanya Anda ketahui.
2. Gunakan Aplikasi WhatsApp Yang Sah
Ramai individu terpesona untuk menggunakan aplikasi WhatsApp yang telah dimodifikasi seperti WhatsApp GB, YoWhatsApp, atau yang serupa akibat ciri-ciri istimewa yang ditawarkan. Namun, adakah anda sadar bahwa menggunakan aplikasi tidak rasmi merupakan jalan paling pantas untuk menyerahkan akun WhatsApp anda kepada penggoda?
Aplikasi non-resmi tidak memiliki jaminan enkripsi end-to-end. Artinya, pesan, foto, dan data pribadi Anda bisa diintip oleh pengembang aplikasi tersebut. Aplikasi Mod sering kali ditanami malware atau virus yang dapat merusak sistem ponsel hingga mencuri data perbankan Anda.
Selalulah unduh WhatsApp hanya dari Google Play Store atau Apple App Store. Jika Anda saat ini menggunakan versi Mod, segera hapus dan kembali ke versi resmi sebelum akun Anda diblokir permanen oleh sistem WhatsApp.
3. Rajin Memeriksa Perangkat Tertaut (Linked Devices)
Fitur WhatsApp Web dan Desktop sangat berguna untuk meningkatkan efisiensi, terutamanya ketika kita bekerja di komputer. Namun, fungsi ini juga sering dimanfaatkan oleh orang-orang dekat atau kolega yang iseng untuk mengawasi obrolan Anda.
Secara berkala, buka menu Pengaturan, Perangkat Terkait. Di situ, WhatsApp akan menunjukkan daftar semua browser atau perangkat yang sedang terhubung dengan akun Anda. Apabila Anda menemukan perangkat asing atau lokasi yang mencurigakan (contohnya, Anda berada di Medan tetapi ada akses dari Jakarta), segera pilih perangkat itu dan klik log out. Tindakan ini akan langsung memutuskan akses mereka seketika.
4. Manfaatkan Fitur Kunci Percakapan (Chat Lock)
Kadang-kadang, risiko tidak selalu berasal dari peretas yang jauh, tetapi bisa juga dari orang yang meminjam smartphone kita. Untuk memastikan privasi tambahan pada pembicaraan yang sangat sensitif, aktifkan fungsi Chat Lock.
Dengan opsi ini, Anda dapat mengamankan percakapan individu atau grup tertentu dengan menggunakan metode keamanan biometrik, seperti sidik jari atau pemindaian wajah. Percakapan yang terkunci akan dipindahkan ke folder terpisah dan tidak akan muncul di daftar utama percakapan.
Yang lebih menarik, notifikasi dari percakapan yang terkunci tidak akan menampilkan konten pesan di layar kunci ponsel Anda, melainkan hanya tertulis "WhatsApp: 1 pesan baru". Ini merupakan solusi yang sangat baik untuk menjaga kerahasiaan informasi bisnis atau diskusi pribadi.
5. Gunakan Media "Sekali Lihat" (View Once)
Pada tahun 2026, perlindungan data merupakan suatu hal yang berharga. Jika Anda perlu mengirimkan informasi yang bersifat sensitif, seperti foto identitas, bukti pembayaran, atau informasi alamat rumah, hindari pengiriman secara konvensional. Manfaatkan fitur view once (ikon angka 1 di bagian pengiriman gambar).
Konten yang dikirim menggunakan fitur ini hanya dapat diakses satu kali oleh penerima. Setelah penerima menyaksikannya, foto atau video tersebut akan segera lenyap dari percakapan. Menariknya, WhatsApp telah memperbaharui sistemnya sehingga penerima tidak dapat mengambil screenshot atau merekam layar pada konten tersebut. Ini merupakan tindakan pencegahan untuk melindungi data Anda agar tidak disalahgunakan atau disebarkan oleh orang lain di masa mendatang.
6. Mengelola Privasi Profil dan Kehadiran Daring
Penjahat siber sering melakukan analisis mendalam sebelum melakukan tindakan mereka. Mereka memeriksa foto profil Anda untuk menciptakan akun tiruan dan menipu orang-orang di sekitar Anda. Untuk mengurangi risiko ini, penting untuk mengatur privasi profil Anda.
Akses menu pengaturan lalu pilih privasi. Ubah pengaturan "foto profil", "info", dan "status" menjadi "kontak saya". Dengan cara ini, orang yang tidak anda simpan nomornya tidak akan dapat melihat data pribadi anda. Selain itu, tentukan juga siapa saja yang dapat melihat status "terakhir dilihat" dan "online". Dengan menjaga profil anda terlihat sederhana, anda memberikan sedikit kesempatan bagi pelaku kejahatan untuk memahami pola hidup anda.
Banyak peristiwa peretasan terjadi akibat kelalaian pengguna, seperti memberikan kode OTP atau sembarangan menekan tautan. Dengan mengikuti enam langkah di atas, Anda akan menciptakan perlindungan yang sangat kuat dari upaya peretasan.
Ingatlah, lebih baik mengambil sedikit waktu dan usaha di awal untuk mengatur keamanan, daripada harus mengalami kerugian akibat kehilangan akun serta reputasi di masa depan. Selalu tetap waspada dan jangan sekali-sekali membagikan PIN atau kode verifikasi kepada siapapun, termasuk mereka yang mengaku sebagai karyawan WhatsApp.
Artikel ini ditulis Dwi Puspa Handayani Berutu , peserta Maganghub Kemnaker di detikcom
(nkm/nkm)











































