4 Perawatan Sederhana Agar Mesin Cuci Tetap Awet dan Tak Bau

4 Perawatan Sederhana Agar Mesin Cuci Tetap Awet dan Tak Bau

Wildan Alghofari - detikSumut
Senin, 16 Mar 2026 08:01 WIB
Ilustrasi mesin cuci
Ilustrasi mesin cuci. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Satjawat Boontanataweepol).
Jakarta -

Mesin cuci merupakan salah satu peralatan rumah tangga yang sangat membantu dalam aktivitas sehari-hari. Kehadirannya membuat proses mencuci pakaian jadi lebih cepat, dan praktis. Namun, agar mesin cuci tetap bekerja dengan baik, perawatan rutin tetap perlu dilakukan.

Sayangnya, banyak orang hanya memakai mesin cuci tanpa memperhatikan perawatannya. Padahal, kebiasaan kecil yang dilakukan secara rutin dapat membantu memperpanjang umur mesin cuci dan menjaga performanya tetap optimal.

Salah satu yang penting yaitu menjaga kebersihan bagian dalam mesin serta memastikan komponen tertentu tidak mengalami kerusakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

4 Perawatan Sederhana Agar Mesin Cuci Tetap Awet dan Tidak Bau

ADVERTISEMENT

Dilansir detikProperti dari The Spruce, ada beberapa langkah perawatan sederhana yang bisa dilakukan sendiri di rumah. Cara-cara ini bahkan kerap dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh terhadap kondisi mesin cuci.

1. Jaga Segel Karet Mesin Cuci Tetap Bersih

Bagi pemilik mesin cuci bukaan depan, bau tak sedap kerap jadi masalah yang cukup mengganggu. Hal tersebut biasanya terjadi karena bagian segel karet di sekitar pintu mesin cuci lembap dan jarang dibersihkan.

Untuk mencegahnya, pakar menyarankan untuk membiarkan pintu mesin cuci tetap terbuka setelah selesai dipakai. Cara ini membantu bagian dalam mesin mengering dengan baik.

Selain itu, segel karet juga perlu dibersihkan secara rutin. Untuk menghindari jamur, bersihkan dengan larutan cuka putih dan air.

2. Bersihkan Perangkap Serat Mesin Cuci

Banyak orang mengetahui bahwa pengering pakaian punya perangkap serat yang perlu dibersihkan. Tapi, tak semua orang sadar bahwa mesin cuci juga punya komponen serupa.

Perangkap serat berfungsi menampung serat kain yang terlepas saat proses pencucian. Bila dibiarkan menumpuk, serat ini dapat menyebabkan bau dan mengganggu kinerja mesin.

Teknisi Peralatan Rumah Tangga, Dennis Godynuk, menjelaskan bahwa bagian ini sebaiknya dilepas dan dibersihkan setidaknya satu kali setiap bulan, atau lebih sering bila mesin cuci dipakai setiap hari.

Ia juga menyarankan untuk menghilangkan serat dan bau di dalam mesin cuci, bilas bagian dalam mesin cuci menggunakan cuka dan soda kue.

3. Gunakan Kantong Jaring Cucian

Menggunakan kantong jaring cucian mungkin terlihat sederhana, namun manfaatnya cukup besar. Kantong ini membantu menjaga pakaian kecil seperti kaus kaki tetap terkumpul selama proses pencucian.

Selain itu, kantong jaring juga dapat mencegah pakaian kecil tersangkut di bagian dalam mesin cuci. Dengan begitu, risiko kerusakan pada komponen mesin juga bisa diminimalisir. Cara ini juga membuat pakaian kecil lebih mudah ditemukan setelah proses mencuci selesai.

4. Hindari Mencuci Terlalu Penuh

Kesalahan lain yang kerap terjadi yakni memasukkan pakaian terlalu banyak ke dalam mesin cuci. Padahal, kebiasaan ini bisa memberi tekanan berlebih pada mesin.

Godynuk menjelaskan bahwa beban yang terlalu berat bisa membuat komponen mesin menjadi longgar. Kondisi ini tidak hanya berpotensi merusak mesin, tetapi juga membuat pakaian tersangkut di dalamnya. Karena itu, sebaiknya selalu mengikuti kapasitas maksimal mesin cuci agar kinerjanya tetap optimal.

Merawat mesin cuci sebenarnya tak selalu memerlukan perawatan yang rumit atau mahal. Dengan perawatan rutin, mesin cuci tidak hanya lebih awet, tetapi juga tetap bekerja secara maksimal untuk membantu pekerjaan rumah tangga setiap hari.




(dhm/dhm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads