Konflik geopolitik yang terjadi di Timur Tengah saat ini berpotensi mengganggu perekonomian termasuk di Sumut. Hal ini terlihat dari lamanya proses pengangkutan ekspor komoditas asal Sumut sehingga menambah biaya lebih dalam.
"Isu geopolitik ini akan berpengaruh pada ekonomi Sumut melalui dampak ekspor Sumut, di mana kita memiliki ekspor CPO kemudian kopi, karet yang biasanya itu dari Belawan ke Eropa itu 25 hari tetapi karena Selat Hormuz tertutup dan Terusan Suez terkendala makanya harus berputar melalui Capetown baru naik lagi ke utara," Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut Iman Gunadi dalam acara Forum North Sumatera Economic Xceleration Talk triwulan I 2026, Kamis (12/3/2026).
"Inilah yang mempengaruhi ada tambahan 11-15 hari perjalanan sehingga kemudian cost dari ekspor kita menjadi mahal," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Iman menilai bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah ini berpotensi membuat perekonomian di dunia ikut terimbas. Kondisi ini, kata Iman, juga akan berpengaruh ke inflasi.
"Ini juga yang menjadi salah satu permasalahan di dunia bahwa akibat dari geopolitik ini pertumbuhan ekonomi dunia itu akan menurun. Sementara dari inflasi karena harga minyak, komoditas itu naik, inilah yang menyebabkan inflasi yang cukup tinggi," ujarnya.
"Dampaknya suku bunga akan lebih tinggi untuk mengurangi dampak inflasi tadi. Ini yang kemudian berpengaruh pada perekonomian di Sumatera, seharusnya ekspor untuk pertanian itu tinggi, namun dengan adanya beberapa kendala di geopolitik, ini yang perlu kita waspadai," lanjut Iman.
Sementara itu, Iman juga melihat kondisi ini akan berlangsung tidak dalam waktu sebentar. Untuk itu, ia meminta agar semua pihak dapat segera melakukan mitigasi agar meminimalisir dampak isu geopolitikal yang berpotensi mempengaruhi ekonomi di Sumut.
"Sudah jelas memang hasil komoditas akibat geopolitik ini juga meningkat, kemudian harga freight (logistik/transportasi) tadi terkena maka ada disrupsi dalam supply chain, kenaikan biaya cargo dan lebih parahnya lagi ini tentunya berapa lama lagi ini akan terjadi, itu yang masih belum pasti. Ada yang bilang waktu perang pertama ini akan 5 minggu, ini saya lihat di televisi perang akan berakhir, tapi sepertinya kalau melihat konstelasi seperti ini, perang akan berlangsung cukup lama, ini yang harus kita berjaga-jaga agar dampak yang ditimbulkan dari proses risiko geopolitik ini menjadi minimal atau setidaknya dapat dimitigasi di Sumut," pungkasnya.
(ksr/nkm)
