Bantah Pemain Timnas Putrinya Cari Suaka, Iran Sebut Disandera Australia

Internasional

Bantah Pemain Timnas Putrinya Cari Suaka, Iran Sebut Disandera Australia

Tim detikSport - detikSumut
Rabu, 11 Mar 2026 11:01 WIB
Bantah Pemain Timnas Putrinya Cari Suaka, Iran Sebut Disandera Australia
Timnas putri Iran (Foto: Albert Perez/Getty Images)
Jakarta -

Kementerian Luar Negeri Iran menanggapi kabar sejumlah pemain Timnas Putri yang mengajukan suaka di Australia. Iran menyebut para pemain itu seperti disandera dan mengajak mereka kembali ke tanah air.

Sejumlah media internasional melaporkan bahwa beberapa pemain Timnas Putri Iran mengajukan suaka agar bisa tetap tinggal di Australia setelah tampil di Piala Asia 2026. Mereka adalah Fatemeh Pasandideh, Zahra Ghanbari, Zahra Sarbali, Atefeh Ramazanzadeh, dan Mona Hamoudi. Permohonan suaka itu diajukan karena mereka khawatir akan mengalami persekusi jika kembali ke Iran.

Hal tersebut dipicu aksi para pemain yang menolak menyanyikan lagu kebangsaan saat tampil di Piala Asia 2026. Tindakan itu disebut-sebut membuat mereka dicap sebagai pengkhianat oleh rezim pemerintah Iran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi menolak menyanyikan lagu kebangsaan dilakukan di tengah situasi politik Iran yang sedang bergejolak. Saat ini Iran tengah terlibat konflik dengan Amerika Serikat dan Israel, yang disebut berupaya menggulingkan rezim Khamenei.

Juru Bicara Menteri Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menilai para pemain yang enggan kembali ke negaranya sebenarnya sedang "disandera" oleh Australia. Ia juga menuding negara-negara yang berpihak kepada AS justru menindas perempuan.

ADVERTISEMENT

Baghaei menyinggung serangan AS dan Israel terhadap sebuah sekolah putri di Minab pada akhir Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan 165 siswi.

"Mereka membantai lebih dari 165 siswi Iran yang tak bersalah dalam serangan Tomahawk ganda di kota Minab, dan sekarang mereka ingin menjadikan atlet kami sandera atas nama 'menyelamatkan' mereka? Keberanian dan hipokrisinya sungguh mengerikan," tulisnya di X.

"Kepada Tim Sepakbola Wanita Iran: jangan khawatir, Iran menanti kalian dengan tangan terbuka. Pulanglah," serunya.

Serangan AS dan Israel terhadap Iran sendiri telah berlangsung sejak akhir Februari. Pengeboman terhadap sekolah putri di Minab terjadi pada fase awal konflik dan langsung menuai kecaman dari berbagai negara.

Serangan tersebut juga menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Saat ini, putranya Mojtaba Khamenei disebut mengambil alih kepemimpinan Iran, yang kembali mendapat penentangan keras dari AS dan Israel.




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads