Tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), tim dari Herbarium Bandungense SITH ITB, Universitas Sebelas Maret (UNS), IPB University, Universitas Lampung (Unila), Yayasan Botani Tropika Indonesia, dan Jungle Farm Nursery, menemukan spesies tanaman baru ditemukan di Sumatera Utara (Sumut).
Tanaman ini ditemukan saat peneliti melakukan ekspedisi lapangan di wilayah Batang Toru, Tapanuli Selatan. Dikutip detikEdu, endemik baru ini bernama Daun 'lidah kucing berambut lebat dengan nama latin: Homalomena lingua-felis.
"Nama lingua-felis berasal dari bahasa Latin lingua dan felis yang berarti lidah dan kucing, merujuk pada tekstur unik permukaan daunnya," ujar Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Muhammad Rifqi Hariri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian dilakukan melalui ekspedisi lapangan di wilayah Batang Toru, Tapanuli, Sumatera Utara pada Januari 2024. Dilakukan pula kajian morfologi dan analisis molekuler di laboratorium dan herbarium.
Para peneliti melaporkan Homalomena lingua-felis merupakan spesies yang memiliki kemiripan dengan Homalomena pexa. Namun ada perbedaan morfologi dan genetik yang jelas.
Spesies ini memiliki karakter morfologi yang khas, terutama pada permukaan daun bagian atas yang dipenuhi rambut lebat dengan tekstur menyerupai lidah kucing.
Spesies ini diketahui memiliki sebaran terbatas di wilayah Tapanuli dan bersifat endemik Sumut. Penelitian ini dilakukan melalui pengumpulan sampel di habitat alami berupa dinding batu di sekitar air terjun pada ketinggian rendah. Spesimen yang dikoleksi kemudian diamati secara detail dan dibandingkan dengan koleksi herbarium.
Untuk memperkuat hasil identifikasi, tim juga melakukan analisis DNA berbasis sekuens ITS guna memastikan posisi kekerabatan spesies ini dalam kelompok Homalomena.
Berstatus Rentan
Berdasarkan kajian awal menggunakan kriteria International Union for Conservation of Nature (IUCN), spesies ini diusulkan berstatus Rentan (Vulnerable). Hal ini karena spesies tersebut memiliki sebaran yang sangat terbatas dengan luas area hunian yang sempit serta menghadapi ancaman kebakaran hutan dan pengambilan ilegal akibat nilai estetikanya sebagai tanaman hias.
Penemuan ini menambah data keanekaragaman flora Indonesia, khususnya kelompok Araceae, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati dunia.
Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Internasional PhytoKeys Volume 271, halaman 161-172, dengan judul 'A new densely-haired aroid species of Homalomena (Araceae) from North Sumatra, Indonesia'.
Simak Video "Dari Tambang ke Kehidupan, Konservasi Hayati Pascatambang PT Timah & PT Antam"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)











































