7 Lagu Terbaik Vidi Aldiano Beserta Liriknya

7 Lagu Terbaik Vidi Aldiano Beserta Liriknya

Dwi Puspa Handayani Berutu - detikSumut
Senin, 09 Mar 2026 15:45 WIB
profil dan kilas balik perjalanan karier Vidi Aldiano
Foto: Instagram @vidialdiano
Medan -

Dunia musik Indonesia masih diliputi kesedihan yang mendalam setelah Vidi Aldiano. Pria yang dikenal sebagai duta persahabatan itu tutup usia setelah berjuang melawan kanker yang diidapnya.

Walaupun telah beristirahat dengan damai, namun karya-karya indahnya akan selalu hidup dalam sanubari para penggemar. Vidi bukan hanya seorang penyanyi, dia adalah seorang pejuang yang mengajari kita tentang pentingnya bertahan dan tersenyum meskipun berada dalam kesulitan.

Melalui lagunya, kita dapat merasakan perjalanan emosionalnya yang luar biasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Inilah daftar lagu-lagu terbaik Vidi Aldiano yang paling ikonik dan penuh makna untuk kita ingat bersama:

Lirik Lagu Terbaik Vidi Aldiano


1. Bertahan Lewati Senja

Terkadang ku lari dan tersesat

ADVERTISEMENT

Hilang dan gelaplah firasat

Tak mampu ku selamatkan diri

Tak mampu ku selamatkan diri

Terkadang hari sedang indahnya

Diri tak dapat melihatnya

Tak mampu ku selamatkan diri

Bantu aku selamatkan hati

Aku, Aku pasti bisa

Melawan semua suara

Yang terus menggema

Mengusik jiwa

Aku, Aku pasti bisa

Bertahan lewati senja

Karena ku percaya

Gelap akan lewat

Dan terang kan datang untukku

Kala si dana membelenggu

Bising problema deras mengguyurku

Lelah bertarung dalam jiwa

Namun harus kuat ku melawannya

Waktu kecil duniaku

Terasa sempurna

Rumah tempat aman

Dan teman tempat bersandar

Masa masa bahagia

Seringlah kau datang

Bantu aku yang inginkan pulang

Aku, Aku pasti bisa

Melawan semua suara

Yang terus menggema

Mengusik jiwa

Aku, Aku pasti bisa

Bertahan lewati senja

Karena ku percaya

Gelap akan lewat

Dan terang kan datang untukku

Kan datang untukku

Kan datang untukku

2. Status Palsu

Separuh hati denganmu

Kujalani cintaku

Berusaha tuk jadi kekasih

Aku menipu dirimu

Ku bilang cinta padamu

Tapi dariku itu yang terbaik

Kau bukan pilihan

Karena ku tak sedikitpun

Hasratku padamu

Terpaksa aku mencintai dirimu

Hanya untuk status palsu

Setengah hati kujalani cinta

Karena aku tak suka denganmu

Kuberikan cintaku

Meski tak s'tulus hatiku

Kuharap engkau tak pernah tau

Rasa cintaku padamu

Hanya di bibir saja

Tak sedikitpun hati bicara

Semoga selama ini

Kau tak tau bahwa sesungguhnya

Aku tak mencinta

Jika aku bisa menjadi lelaki...

Pujaan yang selalu engkau impikan...

3. Nuansa Bening

Oh..tiada yang hebat dan mempesona

Ketika kau lewat di hadapanku

Biasa saja...

Waktu perkenalan lewatlah sudah

Ada yang menarik pancaran diri

Terus mengganggu

Mendengar cerita sehari-hari

Yang wajar tapi tetap mengasyikkan

Kini terasa sungguh

Semakin engkau jauh

Semakin terasa dekat

Akan ku kembangkan

Kasih yang kau tanam

Di dalam hatiku

Oh, tiada kejutan pesona diri

Pertama kujabat jemari tanganmu

Biasa saja...

Masa pertalian terjalin sudah

Ada yang menarik bayang-bayangmu

Tak mau pergi

Dirimu nuansa-nuansa ilham

Hamparan laut tiada bertepi

Menatap nuansa-nuansa bening

Tulusnya doa bercinta

4. Senyum Dulu Aja

Bagai disandera

Deadline di muka

Cemas meraja

Sesaknya di dada

Banyak problema

Seperti tanggal tua

Ku tak berdaya

Akankah mereda?

Ada kalanya

Merenung lagi manja

Harus bisa terima

Tak semua dalam kuasa

Dasar!

Kita manusia, Ingin hidup yang

Senang-senang aja

Tenang-tenang aja

Walau,

Tak selalu indah, jangan

Ragu tuk melangkah

Senyumin dulu aja

Lupakan sejenak rasa

Beri ruang 'tuk berdoa

Serahkan pada Yang Punya

Rencana-Nya

Dasar!

Kita manusia, Ingin hidup yang

Senang-senang aja

Tenang-tenang aja

Walau,

Tak selalu indah, jangan

Ragu tuk melangkah

Senyumin dulu aja

5. Aku Cinta Dia

Oh Tuhan, tolonglah aku cinta

Cinta dia

Di saat kau berjalan

Di muka rumahku, penuh gaya

Tersita pandanganku hingga ku terpesona

Siapakah dirimu

Hatiku ingin tahu

Segera

Di manakah rumahmu

Siapakah namamu

Sebutkanlah

Kuingin berkenalan

Terimalah salamku

Gayamu dan wajahmu

Terbawa dalam mimpi

Diriku dimabuk asmara

Hati yang berbunga

Pada pandangan pertama

Oh Tuhan, tolonglah

Aku cinta, aku cinta dia

Di saat kau berjalan

Di muka rumahku, penuh gaya

Tersita pandanganku hingga ku terpesona

Siapakah dirimu

Hatiku ingin tahu

Gayamu dan wajahmu

Terbawa dalam mimpi

Diriku dimabuk asmara

Hati yang berbunga

Pada pandangan pertama

Oh Tuhan tolonglah

Aku cinta, ku cinta dia

Hati yang berbunga

Pada pandangan pertama

Oh Tuhan tolonglah

Aku cinta, ku cinta dia

Gayamu dan wajahmu

Terbawa dalam mimpi

Diriku dimabuk asmara

Hati yang berbunga

Pada pandangan pertama

Oh Tuhan tolonglah (Aku cinta, aku cinta)

Aku cinta, ku cinta dia

Hati yang berbunga

Pada pandangan pertama

Oh Tuhan tolonglah

Aku cinta, ku cinta dia

Hati yang berbunga (berbunga)

Pada pandangan pertama

Oh Tuhan tolonglah

Aku cinta, ku cinta dia

6. Tak Sejalan

Harapan saja

Harapan saja

Tuhan mengatur jalan hidup manusia

Berusaha kita harus terus percaya

Keinginan hati terus aku kejar

Nyatanya Tak Sejalan

Ku yakin kau lah yang membuat ku bahagia

Kadang kala yang lain tak dapat ku percaya

Keinginan hati terus aku kejar

Nyatanya Tak Sejalan

Ingin bersama

Denganmu selamanya

Namun nyatanya kau dengannya

Harapan kini hanyalah

Harapan saja

Harapan saja

Ku yakin kaulah yang membuat ku bahagia

Kadang kala yang lain tak dapat ku percaya

Keinginan hati terus aku kejar

Nyatanya Tak Sejalan

Ingin bersama

Denganmu selamanya

Namun nyatanya kau dengannya

Harapan kini hanyalah

Harapan saja

Mungkin ini waktu tuk kita

Berhenti berharap

Berhenti berharap

Meski hati ini

Ingin bersama denganmu

Denganmu Selamanya

Semua hanyalah harapan

Ingin bersama

Dengan mu selamanya

Harapan kini hanyalah

Harapan ini Tak Sejalan

Harapan ini hanyalah

Harapan saja

Semua Tak Sejalan

7. Pelukmu Sementara, Hatiku Selamanya

Engkau yang melembutkan hati ini

Sejak pertama kugenggam jemarimu

Tahukah di setiap langkahku ini?

Hanya senyumanmu jadi tujuanku

Pundakmu tak pernah letih

'Tuk membawaku tinggi

Engkaulah arti cinta selama-lamanya

Pelukmu mungkin hanya sementara

Tapi simpan hatiku selamanya

Pegang tanganku meski sementara

Tapi simpan hatiku selamanya untukmu

Simpan hatiku 'tuk selamanya

Simpan hatiku 'tuk selamanya

Engkaulah tempat teraman di dunia

Untukku berteduh kalaku terjatuh

Di setiap waktu saatku mengeluh

Kau terus berjuang

Bersimbah peluh

Kehadiran dirimu

Jadi pilar kuatku (Kau jadi pilar kuatku, yeah)

Engkaulah arti cinta

Selama-lamanya

Pelukmu mungkin hanya sementara

Tapi simpan hatiku selamanya

Pegang tanganku meski sementara

Tapi simpan hatiku selamanya untukmu

Engkaulah tempat teraman di dunia

Engkaulah arti cinta s'lama-lamanya

Engkaulah tempat teraman di dunia

Engkaulah arti cinta s'lama-lamanya

Pelukmu mungkin sementara

Hatiku selamanya

Kepergian Vidi Aldiano benar-benar menciptakan kekosongan yang signifikan dalam dunia hiburan di Indonesia. Namun, melalui rangkaian lagu yang ada, kita diundang untuk mengingat kembali semangat luar biasa yang ia miliki.

Dia menunjukkan kepada kita bahwa meskipun "pelukannya mungkin sementara", namun karya serta kebaikannya akan selalu tertinggal di "hati kita selamanya". Selamat jalan, Vidi. Terima kasih telah menyemarakkan hari-hari kami dengan suara indah yang kau miliki.

Artikel ditulis Dwi Puspa Handayani Berutu peserta magang Kemnaker di detikcom

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video Vidi Aldiano soal Kankernya: Ku Menerima Penuh Kamu"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads