Dunia musik Indonesia masih diliputi kesedihan yang mendalam setelah Vidi Aldiano. Pria yang dikenal sebagai duta persahabatan itu tutup usia setelah berjuang melawan kanker yang diidapnya.
Walaupun telah beristirahat dengan damai, namun karya-karya indahnya akan selalu hidup dalam sanubari para penggemar. Vidi bukan hanya seorang penyanyi, dia adalah seorang pejuang yang mengajari kita tentang pentingnya bertahan dan tersenyum meskipun berada dalam kesulitan.
Melalui lagunya, kita dapat merasakan perjalanan emosionalnya yang luar biasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inilah daftar lagu-lagu terbaik Vidi Aldiano yang paling ikonik dan penuh makna untuk kita ingat bersama:
Lirik Lagu Terbaik Vidi Aldiano
1. Bertahan Lewati Senja
Terkadang ku lari dan tersesat
Hilang dan gelaplah firasat
Tak mampu ku selamatkan diri
Tak mampu ku selamatkan diri
Terkadang hari sedang indahnya
Diri tak dapat melihatnya
Tak mampu ku selamatkan diri
Bantu aku selamatkan hati
Aku, Aku pasti bisa
Melawan semua suara
Yang terus menggema
Mengusik jiwa
Aku, Aku pasti bisa
Bertahan lewati senja
Karena ku percaya
Gelap akan lewat
Dan terang kan datang untukku
Kala si dana membelenggu
Bising problema deras mengguyurku
Lelah bertarung dalam jiwa
Namun harus kuat ku melawannya
Waktu kecil duniaku
Terasa sempurna
Rumah tempat aman
Dan teman tempat bersandar
Masa masa bahagia
Seringlah kau datang
Bantu aku yang inginkan pulang
Aku, Aku pasti bisa
Melawan semua suara
Yang terus menggema
Mengusik jiwa
Aku, Aku pasti bisa
Bertahan lewati senja
Karena ku percaya
Gelap akan lewat
Dan terang kan datang untukku
Kan datang untukku
Kan datang untukku
2. Status Palsu
Separuh hati denganmu
Kujalani cintaku
Berusaha tuk jadi kekasih
Aku menipu dirimu
Ku bilang cinta padamu
Tapi dariku itu yang terbaik
Kau bukan pilihan
Karena ku tak sedikitpun
Hasratku padamu
Terpaksa aku mencintai dirimu
Hanya untuk status palsu
Setengah hati kujalani cinta
Karena aku tak suka denganmu
Kuberikan cintaku
Meski tak s'tulus hatiku
Kuharap engkau tak pernah tau
Rasa cintaku padamu
Hanya di bibir saja
Tak sedikitpun hati bicara
Semoga selama ini
Kau tak tau bahwa sesungguhnya
Aku tak mencinta
Jika aku bisa menjadi lelaki...
Pujaan yang selalu engkau impikan...
3. Nuansa Bening
Oh..tiada yang hebat dan mempesona
Ketika kau lewat di hadapanku
Biasa saja...
Waktu perkenalan lewatlah sudah
Ada yang menarik pancaran diri
Terus mengganggu
Mendengar cerita sehari-hari
Yang wajar tapi tetap mengasyikkan
Kini terasa sungguh
Semakin engkau jauh
Semakin terasa dekat
Akan ku kembangkan
Kasih yang kau tanam
Di dalam hatiku
Oh, tiada kejutan pesona diri
Pertama kujabat jemari tanganmu
Biasa saja...
Masa pertalian terjalin sudah
Ada yang menarik bayang-bayangmu
Tak mau pergi
Dirimu nuansa-nuansa ilham
Hamparan laut tiada bertepi
Menatap nuansa-nuansa bening
Tulusnya doa bercinta
4. Senyum Dulu Aja
Bagai disandera
Deadline di muka
Cemas meraja
Sesaknya di dada
Banyak problema
Seperti tanggal tua
Ku tak berdaya
Akankah mereda?
Ada kalanya
Merenung lagi manja
Harus bisa terima
Tak semua dalam kuasa
Dasar!
Kita manusia, Ingin hidup yang
Senang-senang aja
Tenang-tenang aja
Walau,
Tak selalu indah, jangan
Ragu tuk melangkah
Senyumin dulu aja
Lupakan sejenak rasa
Beri ruang 'tuk berdoa
Serahkan pada Yang Punya
Rencana-Nya
Dasar!
Kita manusia, Ingin hidup yang
Senang-senang aja
Tenang-tenang aja
Walau,
Tak selalu indah, jangan
Ragu tuk melangkah
Senyumin dulu aja
5. Aku Cinta Dia
Oh Tuhan, tolonglah aku cinta
Cinta dia
Di saat kau berjalan
Di muka rumahku, penuh gaya
Tersita pandanganku hingga ku terpesona
Siapakah dirimu
Hatiku ingin tahu
Segera
Di manakah rumahmu
Siapakah namamu
Sebutkanlah
Kuingin berkenalan
Terimalah salamku
Gayamu dan wajahmu
Terbawa dalam mimpi
Diriku dimabuk asmara
Hati yang berbunga
Pada pandangan pertama
Oh Tuhan, tolonglah
Aku cinta, aku cinta dia
Di saat kau berjalan
Di muka rumahku, penuh gaya
Tersita pandanganku hingga ku terpesona
Siapakah dirimu
Hatiku ingin tahu
Gayamu dan wajahmu
Terbawa dalam mimpi
Diriku dimabuk asmara
Hati yang berbunga
Pada pandangan pertama
Oh Tuhan tolonglah
Aku cinta, ku cinta dia
Hati yang berbunga
Pada pandangan pertama
Oh Tuhan tolonglah
Aku cinta, ku cinta dia
Gayamu dan wajahmu
Terbawa dalam mimpi
Diriku dimabuk asmara
Hati yang berbunga
Pada pandangan pertama
Oh Tuhan tolonglah (Aku cinta, aku cinta)
Aku cinta, ku cinta dia
Hati yang berbunga
Pada pandangan pertama
Oh Tuhan tolonglah
Aku cinta, ku cinta dia
Hati yang berbunga (berbunga)
Pada pandangan pertama
Oh Tuhan tolonglah
Aku cinta, ku cinta dia
6. Tak Sejalan
Harapan saja
Harapan saja
Tuhan mengatur jalan hidup manusia
Berusaha kita harus terus percaya
Keinginan hati terus aku kejar
Nyatanya Tak Sejalan
Ku yakin kau lah yang membuat ku bahagia
Kadang kala yang lain tak dapat ku percaya
Keinginan hati terus aku kejar
Nyatanya Tak Sejalan
Ingin bersama
Denganmu selamanya
Namun nyatanya kau dengannya
Harapan kini hanyalah
Harapan saja
Harapan saja
Ku yakin kaulah yang membuat ku bahagia
Kadang kala yang lain tak dapat ku percaya
Keinginan hati terus aku kejar
Nyatanya Tak Sejalan
Ingin bersama
Denganmu selamanya
Namun nyatanya kau dengannya
Harapan kini hanyalah
Harapan saja
Mungkin ini waktu tuk kita
Berhenti berharap
Berhenti berharap
Meski hati ini
Ingin bersama denganmu
Denganmu Selamanya
Semua hanyalah harapan
Ingin bersama
Dengan mu selamanya
Harapan kini hanyalah
Harapan ini Tak Sejalan
Harapan ini hanyalah
Harapan saja
Semua Tak Sejalan
7. Pelukmu Sementara, Hatiku Selamanya
Engkau yang melembutkan hati ini
Sejak pertama kugenggam jemarimu
Tahukah di setiap langkahku ini?
Hanya senyumanmu jadi tujuanku
Pundakmu tak pernah letih
'Tuk membawaku tinggi
Engkaulah arti cinta selama-lamanya
Pelukmu mungkin hanya sementara
Tapi simpan hatiku selamanya
Pegang tanganku meski sementara
Tapi simpan hatiku selamanya untukmu
Simpan hatiku 'tuk selamanya
Simpan hatiku 'tuk selamanya
Engkaulah tempat teraman di dunia
Untukku berteduh kalaku terjatuh
Di setiap waktu saatku mengeluh
Kau terus berjuang
Bersimbah peluh
Kehadiran dirimu
Jadi pilar kuatku (Kau jadi pilar kuatku, yeah)
Engkaulah arti cinta
Selama-lamanya
Pelukmu mungkin hanya sementara
Tapi simpan hatiku selamanya
Pegang tanganku meski sementara
Tapi simpan hatiku selamanya untukmu
Engkaulah tempat teraman di dunia
Engkaulah arti cinta s'lama-lamanya
Engkaulah tempat teraman di dunia
Engkaulah arti cinta s'lama-lamanya
Pelukmu mungkin sementara
Hatiku selamanya
Kepergian Vidi Aldiano benar-benar menciptakan kekosongan yang signifikan dalam dunia hiburan di Indonesia. Namun, melalui rangkaian lagu yang ada, kita diundang untuk mengingat kembali semangat luar biasa yang ia miliki.
Dia menunjukkan kepada kita bahwa meskipun "pelukannya mungkin sementara", namun karya serta kebaikannya akan selalu tertinggal di "hati kita selamanya". Selamat jalan, Vidi. Terima kasih telah menyemarakkan hari-hari kami dengan suara indah yang kau miliki.
Artikel ditulis Dwi Puspa Handayani Berutu peserta magang Kemnaker di detikcom
Simak Video "Video Vidi Aldiano soal Kankernya: Ku Menerima Penuh Kamu"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)











































