Tidak terasa, saat ini umat Islam telah memasuki paruh kedua bulan suci Ramadan. Rangkaian ibadah seperti qiyamul lail dan salat Tarawih telah rutin kita laksanakan.
Namun, tahukah detikers bahwa ada satu amalan sunnah khusus yang sangat dianjurkan saat memasuki pertengahan Ramadan? Amalan tersebut adalah membaca doa qunut dalam salat witir.
Lantas, kapan sebenarnya doa qunut witir mulai dibaca dalam bulan Ramadan, dan bagaimana tata caranya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapan Waktu Dimulainya Doa Qunut Witir?
Secara umum, doa qunut lebih dikenal sebagai doa yang dibaca pada rakaat terakhir salat Subuh. Namun khusus di bulan Ramadan, umat Islam juga sangat disunnahkan untuk membacanya pada rakaat terakhir salat witir.
Melansir NU Online, anjuran ini didasarkan pada riwayat Abu Dawud. Dikisahkan bahwa Umar bin Khattab berinisiatif mengumpulkan masyarakat untuk melaksanakan salat tarawih berjemaah dengan diimami oleh Ubay bin Ka'ab. Dalam riwayat tersebut ditegaskan:
"Sesungguhnya Umar Ibn Khattab berinisiatif mengumpulkan masyarakat agar shalat tarawih bersama (dengan imam) Ubay Ibn Ka'b, maka beliau shalat tarawih bersama mereka selama 20 malam, dan beliau tidak berdoa qunut kecuali dalam separuh yang kedua (malam 16 Ramadan hingga seterusnya)." (HR. Abu Dawud)
Dengan demikian, umat Islam dianjurkan untuk mulai membaca qunut witir pada malam ke-16 Ramadan. Untuk tahun6 ini, malam ke-16 Ramadan 1447 H jatuh pada Jumat malam, 6 Maret 2026.
Kapan Posisi Membaca Doa Qunut Witir dalam Salat?
Dalam praktiknya, terdapat dua pandangan mengenai waktu pembacaan doa qunut witir di rakaat terakhir. Keduanya memiliki dasar dalil yang kuat dan umat Islam bebas memilih salah satunya:
- Sebelum Melakukan Rukuk
Merujuk pada hadits riwayat Ibnu Majah yang disahihkan oleh Al-Albani, Rasulullah SAW pernah mencontohkan untuk membaca doa qunut witir sesaat sebelum menunduk untuk rukuk. Berikut bunyi haditsnya: "Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berwitir, lalu melakukan qunut sebelum rukuk." (HR. Ibnu Majah, shahih menurut Al-Albani) - Setelah Rukuk (Menjelang Sujud)
Di sisi lain, riwayat dari Ibnu Khuzaimah menerangkan bahwa Rasulullah SAW juga pernah melafalkan doa qunut pada saat i'tidal, yakni setelah bangkit dari rukuk dan sebelum turun untuk melakukan sujud.
Kesimpulannya, agama Islam memberikan keleluasaan bagi umatnya. detikers bisa bebas memilih untuk membaca doa qunut witir sebelum rukuk maupun sesudahnya, sesuai dengan kemantapan hati.
Dalam Mazhab Syafi'i, yang mayoritas dianut di Indonesia, posisi yang paling disunnahkan adalah dibaca setelah rukuk (saat i'tidal). Imam Ibrahim bin Muhammad dalam Hasyiyatul Bajuri bahkan menjelaskan bahwa jika seseorang sengaja meninggalkan qunut witir di separuh akhir Ramadan, ia disunnahkan untuk melakukan sujud sahwi.
Lafal Bacaan Doa Qunut Witir
Berikut adalah teks bacaan doa qunut witir yang diajarkan Rasulullah SAW kepada cucunya, Al-Hasan bin Ali, lengkap dengan tulisan Latin dan artinya:
اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Latin: Allahummahdini fî man hadait, wa 'âfini fî man 'âfait, wa tawallanî fî man tawallait, wa bâriklî fî mâ a'thait, wa qinî syarra mâ qadhait, fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ 'alaik, wa innahû lâ yazillu man wâlait, wa lâ ya'izzu man 'âdait, tabârakta rabbanâ wa ta'âlait, fa lakal hamdu a'lâ mâ qadhait, wa astagfiruka wa atûbu ilaik, wa shallallâhu 'alâ sayyidinâ muhammadin nabiyyil ummiyyi wa 'alâ âlihi wa shahbihi wa sallam.
Artinya: "Ya Allah, berikanlah petunjuk kepadaku sebagaimana mereka yang telah Engkau tunjukkan. Dan berilah kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesehatan. Dan peliharalah aku sebagaimana orang yang telah Engkau pelihara. Dan berilah keberkahan kepadaku pada apa-apa yang telah Engkau karuniakan. Dan selamatkan aku dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan yang terkena hukum. Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi Engkau. Segala puji bagi-Mu di atas apa yang Engkau hukumkan. Aku memohon ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu. (Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan kesejahteraan untuk junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga, dan sahabatnya."
Nah, itulah ketentuan dan bacaan doa qunut yang bisa detikers amalkan di paruh kedua Ramadan 1447 H ini. Amalan sunnah ini dimulai sejak malam ke-16 Ramadan dan terus berlanjut hingga akhir bulan suci.
Mari manfaatkan sisa hari di bulan penuh ampunan ini dengan memaksimalkan ibadah qiyamul lail kita!
Simak Video "Video Info Rangkaian Agenda Ramadan di Masjid Istiqlal"
[Gambas:Video 20detik]
(mjy/mjy)











































