Eskalasi ketegangan antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran meningkat setelah sejumlah petinggi Iran tewas dalam serangan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat. Melihat situasi ini, Ephorus HKBP Victor Tinambunan meminta jemaat mendoakan agar semua pihak mau membuka ruang dialog demi penyelesaian masalah.
"Berdoa dengan sungguh-sungguh agar eskalasi kekerasan dihentikan dan setiap pihak membuka diri terhadap dialog serta penyelesaian damai. Doa bukanlah bentuk pelarian dari realitas, melainkan partisipasi iman dalam karya Allah yang menghadirkan pengharapan di tengah ketidakpastian," kata Victor Tinambunan dalam surat Pastoral Ephorus HKBP, Rabu (4/3/2026).
Sikap berikutnya mendoakan para pemimpin bangsa dan diplomat internasional agar dianugerahi hikmat, keberanian, dan ketulusan hati untuk mengutamakan kemanusiaan di atas kepentingan sempit, serta memilih jalan damai yang adil dan bermartabat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Victor meminta agar menanamkan dan menghidupi nilai perdamaian dalam keluarga, gereja, dan lembaga pendidikan. Perdamaian sejati bertumbuh dari karakter yang dibentuk melalui kasih, pengampunan, dan penghormatan terhadap martabat setiap manusia sebagai gambar Allah. Ia juga mengimbau agar jangan sampai terpecah karena konflik global.
"Sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia, kita wajib menjaga kerukunan, persaudaraan, dan keutuhan sosial. Jangan biarkan konflik global memecah belah kebersamaan kita. Hindarilah penyebaran informasi yang belum terverifikasi, hoaks, maupun ujaran kebencian yang dapat merusak persatuan," ujarnya.
Dalam pandangan Victor, perang tersebut sangat mengganggu situasi global, termasuk kondisi ekonomi yang tidak menentu. Maka kewaspadaan adalah bentuk tanggung jawab, bukan ketakutan. Kelola keuangan dengan arif, prioritaskan kebutuhan yang mendasar, dan perkuat solidaritas terhadap saudara-saudari yang terdampak gejolak ekonomi.
"Kita mungkin tidak memiliki kuasa untuk menghentikan peperangan dengan tangan kita. Namun kita memiliki kuasa untuk memilih sikap: tidak menyulut kebencian, tidak memperluas permusuhan, dan tetap menjadi pembawa damai," tuturnya.
(niz/dhm)











































