Siapkan ponsel kamu segera! Malam ini, tanggal 3 Maret 2026, langit di Indonesia akan disinari oleh sebuah fenomena alam yang jarang terjadi, yaitu Gerhana Bulan Total yang sering disebut juga Bulan Darah. Menariknya, ini adalah gerhana total terakhir yang dapat kita nikmati dengan mata telanjang hingga tahun 2028 yang akan datang.
Bagi kamu yang ingin mengabadikan nuansa merah tembaga yang khas ini tetapi tidak memiliki kamera profesional, jangan khawatir. Ternyata, kamu bisa mendapatkan gambar yang menawan hanya dengan menggunakan kamera ponsel! Ingin tahu bagaimana caranya? Simak panduan lengkap dan waktu puncaknya di bawah ini supaya kamu tidak melewatkan momen istimewa ini.
Kapan Waktu Puncaknya?
Bagi kamu yang ingin mengabadikan momen puncak gerhana, catat waktunya berdasarkan zona wilayahmu:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
WIB: 18.33
WITA: 19.33
WIT: 20.33
Wilayah Indonesia bagian Timur punya durasi pengamatan yang sedikit lebih lama, tapi secara umum seluruh Indonesia punya visibilitas yang oke banget malam ini!
Tips Memotret Blood Moon Pakai Kamera HP
Nggak perlu kamera mahal, kamu bisa kok dapet foto keren cuma pakai HP. Ikuti langkah simpel ini:
1. Cari Lokasi Strategis
Pergilah ke area terbuka yang minim cahaya buatan, atau cari bangunan tertinggi untuk mendapatkan pandangan langit yang tidak terhalang oleh pepohonan atau kabel listrik.
2. Wajib Pakai Tripod dan Timer
Mengambil gambar di malam hari memerlukan kestabilan yang baik. Manfaatkan tripod untuk menjaga agar ponsel tidak bergetar. Gunakan juga fitur Timer (3-5 detik) saat foto agar getaran dari jari saat menekan tombol tidak membuat gambar menjadi kabur.
3. Gunakan Mode Pro atau Manual
Buka aplikasi kamera dan pilih mode Pro. Hindari menggunakan mode otomatis karena sering kali hasilnya terlalu cerah dan detail bulan menjadi hilang.
ISO: Atur ke nilai paling rendah (ISO 100 atau 200) untuk mencegah gambar berbintik.
Shutter Speed: Sesuaikan secara perlahan. Mengingat bulan memancarkan cahaya, hindari penggunaan long exposure terlalu lama agar bulan tidak tampak bergerak karena rotasi bumi.
4. Kendalikan Exposure dan Fokus
Sentuh layar pada posisi bulan, kemudian geser ikon matahari ke bawah (kurangi exposure) sampai warna merah tembaga bulan terlihat jelas dan detail kawahnya terlihat.
5. Jangan Pakai Digital Zoom!
Kebiasaan mencubit layar untuk memperbesar adalah kesalahan signifikan. Digital zoom akan mengakibatkan foto menjadi pecah. Lebih baik melakukan pengambilan gambar dengan zoom normal, kemudian lakukan pemotongan (cropping) selepas itu agar kualitas tetap terjaga.
Itulah rahasia sederhana untuk memotret Gerhana Bulan Total malam ini hanya menggunakan ponsel. Kuncinya adalah bersabar dan menjaga kestabilan saat menekan tombol rana. Ingat, fase puncak gerhana akan terjadi mulai pukul 18.33 WIB, jadi pastikan baterai ponsel sudah terisi penuh dan ruang penyimpanan mencukupi.
Artikel ini ditulis oleh peserta magang Kemnaker, Dwi Puspa Handayani Berutu di detik.com
(nkm/nkm)











































