Indonesia baru saja kehilangan salah satu putra terbaiknya. Nama Try Sutrisno pasti sudah familiar di telinga masyarakat, terutama bagi orang-orang yang mengikuti sejarah masa pemerintahan Orde Baru. Beliau adalah Wakil Presiden keenam Republik Indonesia, menjabat dari tahun 1993 hingga 1998.
Beliau dikenal memiliki sifat tenang namun tegas. Bagi orang-orang yang lahir dan tumbuh di masa 90-an, wajahnya pasti sangat dikenal sebagai pendamping presiden Soeharto. Namun, tahukah kamu bahwa hidup bukan hanya tentang jabatan di dunia politik saja?
Mari kita lihat lebih lanjut tentang profil dan riwayat karir dari sang jenderal yang terkenal dengan sikapnya yang ramah dan sopan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siapa Itu Try Sutrisno?
Lahir di Surabaya pada 15 November 1935, Try Sutrisno adalah tokoh penting dalam dunia militer. Dalam buku panduan museum kepresidenan RI Balai Kirti sebagai salah satu tokoh besar dalam sejarah pemerintahan Orde Baru. Dalam masa kepemimpinan Soeharto yang berlangsung lama (1967-1998), Try Sutrisno menjabat sebagai Wakil Presiden dari tahun 1993 hingga 1998.
Selama periode Soeharto menjadi presiden, ada enam orang yang bergantian menjabat sebagai Wakil Presiden. Try sutrisno mendapatkan amanah tersebut di masa senja pemerintah pak Harto, menggantikan Sudharmono.
Perjalanan karir Try Sutrisno mencerminkan komitmen dan semangat seorang prajurit. Lulusan Akademi Militer Angkatan Darat (Atekad) ini terlibat dalam berbagai peristiwa sejarah untuk mempertahankan keutuhan NKRI, termasuk dalam penumpasan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) tahun 1957, dimana ia langsung ikut serta dalam operasi di Aceh.
Dan ikut serta dalam misi pengiriman Irian Barat tahun 1962, serta dalam misi kembali mempersatukan Papua ke dalam wilayah Indonesia. Penanganan terhadap peristiwa G30S (1965) yang membantu menjaga stabilitas negara saat menghadapi masa krisis.
Kariernya terus naik mulai dari menjabat sebagai Pangdam V/Jaya pada tahun 1982, hingga mencapai jabatan tertinggi di militer sebagai Panglima ABRI (Pangab) pada tahun 1988. Menjadi Wakil Presiden RI, momen ketika Try Sutrisno terpilih sebagai Wapres dalam Sidang Umum MPR tahun 1993 tergolong istimewa.
Dilansir dari Buku Pintar Seri Senior yang ditulis oleh HM Iwan Gayo, nama tersebut muncul karena tindakan fraksi ABRI yang mengumumkannya lebih dulu, sebelum fraksi-fraksi lainnya. Hal ini membuatnya mampu menduduki kursi Wakil Presiden yang membawahi Soeharto, dan mengalahkan nama besar lainnya seperti BJ Habibie saat itu.
Masa jabatannya berakhir pada tahun 1998, tepat sebelum perubahan besar reformasi mengubah cara berpolitik di Indonesia. Setelah selesai bertugas, Try Sutrisno tidak langsung berhenti berlayanan. Ia masih berkecimpung dalam dunia politik, salah satunya dengan mendirikan Partai Keadilan dan Persatuan (PKP).
Sosok Try Sutrisno akan tetap dikenang sebagai seorang pemimpin yang sangat disiplin dan selalu setia kepada negara. Perjalanan seseorang dari seorang prajurit di tengah pertempuran hingga menjadi Wakil Presiden adalah contoh yang menginspirasi tentang usaha keras dan kesetiaan.
Artike ini ditulis oleh peserta magang Kemnaker, Dwi Puspa Handayani Berutu di detik.com.
(afb/afb)











































