Fakta Unik Kampung Madras, Little India di Medan

Fakta Unik Kampung Madras, Little India di Medan

Olivia Andrea - detikSumut
Selasa, 03 Mar 2026 05:01 WIB
Kampung Madras alias Little India Medan. (Olivia/detikSumut)
Foto: Kampung Madras alias Little India Medan. (Olivia/detikSumut)
Medan -

Kawasan Kampung Madras yang lebih dikenal sebagai Little India Medan merupakan salah satu wilayah yang memiliki kekayaan budaya khas sekaligus menjadi tujuan wisata sejarah, religi, dan kuliner yang menarik. Kawasan ini tidak hanya menjadi pusat aktivitas masyarakat keturunan India, tetapi juga mencerminkan keberagaman budaya yang hidup di tengah Kota Medan.

Kampung Madras tercatat sebagai permukiman etnis India terbesar di Medan. Mayoritas penduduknya berasal dari komunitas Tamil yang telah menetap sejak masa kolonial Belanda, ketika pekerja asal India didatangkan untuk mengembangkan sektor perkebunan serta pembangunan infrastruktur di Sumatera Utara.

"Sebelum menggunakan nama Kampung Madras, kawasan ini dikenal sebagai Kampung Keling. Namun pada tahun 2008, Pemerintah Kota Medan resmi mengganti nama tersebut karena dianggap memiliki makna yang kurang tepat. Nama Kampung Madras kemudian dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap asal-usul masyarakat Tamil yang mendiami wilayah tersebut," ujar sejarawan, M Azis Rizky Lubis,Senin (2/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

M Azis menjelaskan, salah satu ikon utama kawasan ini adalah Kuil Sri Mariamman yang telah berdiri sejak tahun 1884. Kuil bergaya arsitektur India Selatan tersebut menjadi pusat ibadah umat Hindu Tamil sekaligus destinasi wisata religi yang kerap dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

"kuil tersebut juga menjadi pusat berbagai perayaan keagamaan besar seperti Thaipusam dan Deepavali yang selalu menarik perhatian masyarakat luas," katanya.

ADVERTISEMENT

Suasana khas India langsung terasa saat memasuki kawasan Kampung Madras. Deretan toko kain sari, penjual rempah-rempah, alunan musik India, serta aroma masakan kari dan masala menciptakan nuansa yang berbeda dari kawasan lain di Medan. Karena keunikan tersebut, Kampung Madras kerap dijuluki sebagai "India kecil" yang masih mempertahankan tradisi dan kehidupan sosial masyarakatnya hingga sekarang.

Warga Tamil, Rama Subramaniam, mengatakan bahwa keberagaman menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat di kawasan tersebut.

"Masyarakat dari berbagai latar belakang agama dan suku hidup berdampingan dengan penuh rasa saling menghormati," kata Rama Subramaniam.

Keunikan Kampung Madras juga terlihat dari keberadaan berbagai rumah ibadah dalam satu wilayah, mulai dari kuil Hindu, masjid, gereja, gurudwara Sikh, hingga vihara Buddha. Kondisi ini menjadikan Kampung Madras sebagai simbol nyata toleransi antar umat beragama di Sumatera Utara.

Rama menuturkan, nilai kerukunan sudah diwariskan secara turun-temurun. Sejak kecil, masyarakat setempat telah terbiasa hidup harmonis di tengah perbedaan budaya maupun keyakinan.

"Kampung Madras juga populer sebagai sentra kuliner India di Kota Medan. Beragam hidangan khas seperti roti canai, nasi briyani, ayam tandoori, hingga teh tarik autentik dapat ditemukan dengan cita rasa asli yang diwariskan dari generasi ke generasi," tambah Rama.

Tak sedikit wisatawan yang datang bukan hanya untuk menikmati suasana dan berfoto, tetapi juga berburu kuliner khas India yang jarang ditemui di daerah lain.

Hingga kini, Kampung Madras terus berkembang tidak hanya sebagai kawasan permukiman, tetapi juga sebagai destinasi wisata budaya unggulan. Pemerintah Kota Medan pun mendorong pelestarian kawasan ini sebagai wilayah heritage multikultural agar nilai sejarah dan identitas budayanya tetap terjaga di tengah pesatnya modernisasi kota.




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads