Media Iran Sebut Ali Khamenei Tewas: Telah Mencapai Syahid

Internasional

Media Iran Sebut Ali Khamenei Tewas: Telah Mencapai Syahid

Yogi Ernes - detikSumut
Minggu, 01 Mar 2026 09:29 WIB
This handout picture released by the office of Irans Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei on July 5, 2025 shows him (R) waving to the audience during a mourning ceremony in Tehran marking the ninth day of the Islamic month of Muharram in the lead-up to Ashura, a 10-day period commemorating the seventh century killing of Prophet Mohammeds grandson Imam Hussein. Irans supreme leader on July 5 made his first public appearance since the outbreak of his countrys recent 12-day war with Israel, state media reported, greeting worshippers and being cheered at a mosque in a video broadcast by state television. (Photo by LEADER OFFICE / AFP) / === RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT AFP PHOTO / HO / KHAMENEI.IR - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS ===
Foto: Khamenei saat perdana muncul di Iran (AFP/-)
Jakarta -

Iran secara resmi telah memverifikasi kabar mengenai wafatnya Pemimpin Tertinggi mereka, Ali Khamenei, akibat operasi militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh media pemerintah setempat..

"Pemimpin Tertinggi Iran telah mencapai syahid," lapor stasiun penyiaran negara IRIB, sebagaimana dikutip detikNews dari CNN Internasional, Minggu (1/3/2026).

Serangan udara besar-besaran tersebut terjadi pada Sabtu (28/2). Laporan dari kantor berita Tasnim dan Fars, yang dilansir oleh Al Jazeera, turut memperkuat bukti bahwa sang pemimpin tewas dalam serangan di ibu kota Teheran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihak Israel menyatakan bahwa sekitar 30 bom dijatuhkan ke kompleks kediaman Khamenei dalam operasi gabungan tersebut. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memberikan pernyataan resmi melalui siaran televisi terkait hancurnya pusat komando Iran tersebut.

"Pagi ini, dalam serangan mendadak yang dahsyat, kompleks kediaman diktator Ali Khamenei hancur di jantung Teheran," kata Netanyahu melansir laporan AFP.

ADVERTISEMENT

Netanyahu menegaskan bahwa penghancuran kediaman tersebut merupakan akhir dari era kepemimpinan Khamenei yang dianggapnya sebagai ancaman global. Ia menyebutkan adanya indikasi kuat bahwa Khamenei tidak selamat dari ledakan tersebut.

"Selama lebih dari tiga setengah dekade, diktator kejam ini telah menyebarkan teror di seluruh dunia sambil menindas rakyatnya sendiri, sambil bekerja tanpa lelah dan tanpa henti pada rencana untuk menghancurkan Israel," ujar Netanyahu.

"Rencana itu sudah tidak ada lagi -- dan ada banyak tanda bahwa diktator ini sudah tidak hidup lagi," tambahnya.




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads