Asam lambung atau gerd menjadi penyakit yang sering diidap oleh seseorang. Lantas apakah boleh tidak puasa Ramadan jika memiliki asam Lambung? Begini penjelasan ustaz.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof Muhammad Syukri Albani Nasution mengatakan diperbolehkan seseorang tidak melaksanakan puasa Ramadan jika memiliki penyakit yang mengkhawatirkan seperti asam lambung. Namun harus ada diagnosa oleh ahli seperti dokter.
"Mudarat yang akan dikhawatirkan timbul itu sudah diakses atau diagnosa oleh orang yang kompeten, dokter misalnya. Misalnya dokter sudah kasih tahu 'Pak ini udah gawat tingkat asam lambung Bapak, sudah sampai ke ubun-ubun ini bahayanya, jadi Bapak mohon jangan puasa dulu sebagai ikhtiar untuk sembuh', kalau itu memang sudah didiagnosa dokter ya silahkan tidak puasa," kata Prof Muhammad Syukri Albani Nasution dalam Program Kultum Ramadan, Sabtu (28/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun demikian, tidak boleh seseorang itu merasa bangga karena tidak melaksanakan puasa Ramadan. Seharusnya seseorang itu menyesal karena tidak diberi kesempatan untuk melaksanakan puasa Ramadan.
"Tapi bukan mencintai tidak puasa itu. Kira-kira gini ya, saya mau bicara etiknya ini, misalnya ada seseorang diramal dokter dia jangan puasa dulu seminggu, padahal ini masih dua minggu lagi puasa, terus dia ngomong kemana-mana 'saya ini nggak bisa puasa lho kata dokter', kelihatannya kok dia gembira gitu. Jangan sampai ada kegembiraan kalau kita nggak puasa, sebenarnya kita harus nyesal kenapa kita nggak disampaikan Allah di puasa," ujarnya.
Prof Syukri Albani menuturkan jika seseorang berpenyakit seperti itu masuk dalam kategori uzur syar'i. Sebab jika dipaksakan puasa, maka akan berimbas kepada kesehatannya.
"Nah kalau sebenarnya itu diagnosa dokter dan sudah spesifik, maka kita bisa ganti dengan fidiyah puasa karena sebab kita ini uzur, namanya uzur syar'i, uzur syar'i itu bukan hanya orang yang tua tapi qodarallah ada penyakit yang penyakit itu kalau dia dipaksakan puasa maka akan berefek kepada imunitas dan kesehatannya," tuturnya.
(niz/mjy)











































