Polres Nias Selatan mengungkap menu makanan bergizi gratis (MBG) yang diduga menyebabkan sebanyak 30 siswa keracunan di SDN 071123 Pulau Tello, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.
Humas Polres Nias Selatan, Alvin Larosa, mengatakan MBG tersebut didistribusikan oleh Yayasan Somahau Cahaya Kasih (SCK).
"Menu yang didistribusikan adalah nugget tempe, nasi putih, agar-agar atau puding, serta terong goreng," kata Alvin kepada detikSumut, Kamis (26/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diduga makanan tersebut sudah tidak layak konsumsi. Alih-alih mendapat asupan gizi, puluhan siswa justru mengalami keracunan.
Akibatnya, para siswa mengalami muntah, sakit perut, pusing, dan lemas setelah menyantap makanan tersebut. Mereka kemudian dilarikan ke puskesmas untuk mendapat perawatan.
"Beberapa siswa yang sudah makan mengalami sakit perut, pusing, dan lemas. Mereka langsung dibawa ke puskesmas," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 071123 Pulau Tello, Kabupaten Nias Selatan (Nisel), Sumatera Utara (Sumut) mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Begini kronologinya.
Alvin Larosa mengatakan peristiwa keracunan puluhan siswa tersebut terjadi pada Selasa (24/2/2026) sekira pukul 11.30 WIB. Saat itu para siswa mendapatkan jatah MBG dari Yayasan Somahau Cahaya Kasih (SCK) .
"Pendistribusian MBG dilakukan kepada siswa SDN 071123 Pulau Tello pada pukul 11.15 WIB," kata Alvin saat dikonfirmasi detikSumut, Kamis (26/2).
Usai MBG didistribusikan dan disantap para siswa, salah seorang di antaranya melaporkan kepada guru berinisial CT bahwa ada seorang murid yang mengalami muntah.
"Salah seorang guru berinisial CT mengatakan bahwa seorang murid mengalami muntah setelah makan MBG," ucapnya.
Tak berselang lama, ada sejumlah siswa yang sudah memakan menu MBG tersebut juga mengalami hal serupa. Pihak sekolah langsung bertindak cepat dengan menghentikan pendistribusian MBG agar tidak berdampak pada siswa lainnya.
"Pihak sekolah mengumumkan kepada seluruh siswa agar tidak mengonsumsi MBG tersebut karena sudah ada siswa yang muntah," jelasnya.
Siswa yang diduga mengalami keracunan MBG lalu dibawa ke Puskesmas Pulau Tello dan poliklinik terdekat untuk menjalani perawatan medis.
"Dibawa ke Puskesmas Pulau Tello dan poliklinik," ucapnya.
