Sebanyak 15 unit rumah semi permanen di Simpang Gaung, Indragiri Hilir, ludes terbakar. Kebakaran terjadi akibat korsleting listrik setelah sahur.
Kasat Reskrim Polres Indragiri Hilir AKP Budi Winarko mengatakan kebakaran di lokasi diketahui pukul 05.30 WIB. Saat itu seorang saksi akan berangkat ke Masjid setelah sahur selesai.
"Saat bersiap mau menuju ke masjid, saksi mendengar dari arah luar depan rumahnya ada warga yang berteriak. Mendengar hal itu kemudian saksi melihat ke luar rumah," kata Budi, Selasa (24/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itulah terlihat api sudah berkobar di rumah warga bernama Anjas. Lokasinya hanya berjarak sekitar 7 meter dari posisi saksi berada dan telah menjalar ke rumah lainnya.
Suasana langsung ramai dan warga mulai mengevakuasi barang-barang. Sedangkan kobaran api tidak terkendali karena rumah warga mayoritas terbuat dari kayu.
"Posisi bangunan rumah di lokasi kejadian tersebut berdekatan dan sebagian kondisi bangunan rumah tersebut terbuat dari kayu. Sehingga api cepat meluas dan membakar bangunan rumah yang berada di sekitar," kata Budi.
Setelah 2 jam lebih, api akhirnya berhasil dipadamkan. Total ada 15 rumah terbakar dan dua terpaksa harus dirobohkan untuk memutus api agar tidak meluas.
"Kerugian materil diperkirakan senilai Rp 400 juta dan dipastikan tidak ada korban jiwa.Adapun dari hasil penyelidikan Unit Reskrim kebakaran tersebut diduga api berasal dari arus pendek atau konsleting listrik," kata Budi.
(ras/mjy)











































