Bulan Ramadhan selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Masjid lebih ramai, lantunan ayat suci terdengar selepas tarawih, dan banyak umat Islam mulai menargetkan khatam Al-Qur'an.
Di balik tradisi tadarus yang rutin dilakukan setiap tahun, tersimpan berbagai keutamaan besar yang sering kali belum sepenuhnya disadari. Bukan sekadar membaca, tadarus di bulan Ramadhan menjadi jalan meraih pahala berlipat, kedudukan mulia, hingga syafaat di hari akhir.
Dikutip dari laman Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), kata tadarus berasal dari kata darasa yang berarti mempelajari, meneliti, menelaah, serta mengambil pelajaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kaidah bahasa Arab, istilah ini menunjukkan aktivitas yang dilakukan minimal oleh dua orang atau lebih. Secara istilah, tadarus berarti membaca sekaligus memahami Al-Qur'an secara bersama-sama dan dilakukan secara berulang.
Berikut keutamaan tadarus Al-Qur'an di bulan Ramadhan:
1. Ramadhan adalah Bulan Diturunkannya Al-Qur'an
Keutamaan tadarus semakin terasa karena Ramadhan merupakan bulan turunnya Al-Qur'an. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 185:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ١٨٥
Artinya: "Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur."
Al-Qur'an diturunkan melalui dua tahap, yakni dari Lauh Mahfuz ke langit dunia, kemudian diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW. Karena itulah, Ramadhan menjadi momentum terbaik untuk semakin dekat dengan Al-Qur'an.
2. Mendapatkan Syafaat di Hari Kiamat
Dilansir dari situs dakwah muslim.or.id puasa dan Al-Qur'an akan memberikan syafaat bagi seorang hamba pada hari kiamat. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ ﻭَﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﻳَﺸْﻔَﻌَﺎﻥِ ﻟِﻠْﻌَﺒْﺪِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ، ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ : ﺃَﻱْ ﺭَﺏِّ، ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻄَّﻌَﺎﻡَ ﻭَﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ﺑِﺎﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻭَﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ : ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻨَّﻮْﻡَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﻴُﺸَﻔَّﻌَﺎﻥِ
"Amalan puasa dan membaca Al-Qur'an akan memberi syafa'at bagi seorang hamba di hari kiamat. Puasa berkata: Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa'at kepadanya. Dan Al-Qur'an berkata: Aku menahannya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa'at kepadanya, maka keduanya pun diizinkan memberi syafa'at." [HR. Ahmad, Shahih At-Targhib: 1429].
Rasulullah SAW juga bersabda:
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
"Bacalah Al-Qur'an, sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya" (Imam Muslim, Shahih Muslim, Beirut: Dar Ihya' Ihya' al-Turats al-Arabi, tt, juz 1, hal. 553).
3. Ditempatkan Bersama Malaikat yang Mulia
Keutamaan lainnya bagi orang yang bertadarus adalah mendapatkan kedudukan istimewa di sisi Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
"Orang yang mahir membaca kitab Allah kelak akan mendapat tempat di surga, bersama para malaikat yang mulia serta diliputi ketaatan. Sementara orang yang kesusahan dan diliputi keberatan ketika membaca Alquran, maka dirinya mendapatkan dua pahala" (HR Bukhari dan Muslim).
4. Memberi Syafaat bagi Keluarga
Dilansir dari NU Online, Imam Ibnu Majah meriwayatkan bahwa orang yang membaca dan menghafalkan Al-Qur'an akan dimasukkan ke dalam surga serta diberi hak memberi syafaat kepada sepuluh anggota keluarganya.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَحَفِظَهُ أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ وَشَفَّعَهُ فِي عَشَرَةٍ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ كُلُّهُمْ قَدْ اسْتَوْجَبُوا النَّارَ
"Barangsiapa yang membaca Al-Qur'an dan menghafalkannya, maka Allah masukkan ia ke surga, dan memberikan syafaat kepadanya sepuluh dari keluarganya yang semua divonis masuk neraka."
5. Mendapatkan Pahala Berlipat Ganda
Keutamaan lainnya adalah pahala yang berlipat ganda. Dalam hadis riwayat At-Tirmidzi disebutkan:
عن عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
Artinya: Dari Abdullah Ibnu Mas'ud, Rasulullah Saw bersabda, "barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur'an), maka dia akan memperoleh satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan dengan sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lâm mîm (sebagai) satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lâm satu huruf, dan mîm satu huruf." (HR. At-Tirmidzi : 2835).
Dengan berbagai keutamaan tersebut, tadarus Al-Qur'an di bulan Ramadhan bukan sekadar kegiatan membaca, melainkan ibadah yang membuka pintu pahala, keberkahan, serta syafaat di akhirat kelak. Ramadhan menjadi kesempatan terbaik untuk kembali menghidupkan interaksi dengan Al-Qur'an secara lebih mendalam dan penuh penghayatan.
Artikel ini ditulis oleh Laila Syakira peserta Maganghub Kemnaker di detikcom
(nkm/nkm)











































