Jembatan darurat di Desa Terang Engon, Kecamatan Silih Nara, Aceh Tengah putus total setelah kawasan itu diguyur hujan lebat sehingga sungai meluap. Sementara dua jembatan darurat lainnya mengalami rusak ringan.
Kadis Kominfo Aceh Tengah, Mustafa Kamal, mengatakan, dua jembatan yang rusak ringan adalah jembatan darurat Berawang Gajah di Kampung Burlah dan jembatan darurat ayun Kampung Bergang di Kecamatan Ketol. Jembatan asli di tiga lokasi itu putus saat bencana akhir November 2025.
"Untuk jembatan darurat Berawang Gajah dan Jembatan darurat Ayun masih bisa dilalui roda dua, tapi juga harus segera ditangani. Jembatan darurat yang putus total jembatan Kampung Terang Engon," kata Mustafa saat dimintai konfirmasi detikSumut, Jumat (20/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain merusak jembatan, hujan yang terus mengguyur pada Rabu (18/2) juga menyebabkan jalan di sepanjang Danau Lut Tawar tertimbun longsor di beberapa titik. Pembersihan longsoran masih terus dilakukan.
Sejumlah alat berat dikerahkan ke lokasi. Mustafa menyebutkan, longsoran tersebut membuat jalan tidak dapat dilewati.
"Titik longsor sangat banyak. Di wilayah Kecamatan Kebayakan saja ada tiga titik yang masih dibersihkan," jelas Mustafa.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), banjir dan longsor pada Rabu (18/2) terjadi di empat desa di Kecamatan Lut Tawar, dua desa di Kecamatan Bintang, Desa Mendale di Kecamatan Kebayakan, dan Kute Baru di Kecamatan Linge. Warga terdampak disebut mengungsi ke tempat lebih aman.
Diketahui, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur sejumlah daerah di Aceh dalam beberapa hari terakhir. Hujan menyebabkan beberapa desa kembali terjadi banjir luapan.
(agse/dhm)











































