Pemkot Banda Aceh Gelar Peukan Raya Ramadhan, Ini Lokasi dan Jadwalnya

Aceh

Pemkot Banda Aceh Gelar Peukan Raya Ramadhan, Ini Lokasi dan Jadwalnya

Agus Setyadi - detikSumut
Rabu, 18 Feb 2026 20:59 WIB
Kantor Wali Kota Banda Aceh (Foto: Diskominfotik Banda Aceh)
Foto: Ilustrasi. Kantor Wali Kota Banda Aceh (Diskominfotik Banda Aceh)
Banda Aceh -

Pemerintah Kota Banda Aceh bakal menggelar Peukan Raya Ramadhan 1447 H selama 15 hari. Selain berburu takjil, pengunjung event itu juga dapat melihat atraksi budaya serta berbagai pertunjukan.

Peukan Raya Ramadhan dijadwalkan berlangsung mulai 27 Februari hingga 13 Maret mendatang di eks lahan Pasar Aceh Shopping Center (PAS). Kegiatan itu dibagi dalam tiga kategori zona dan aktivitas yaitu Peukan Raseuki, Peukan Khanduri, dan Peukan Silaturahmi.

Peukan Raseuki merupakan serangkaian kegiatan niaga yang berlangsung di dua zona utama yakni Peukan Takjil dan Peukan Raya. Lokasi ini menampilkan stand UMKM kuliner dan non kuliner yang menawarkan aneka produk kebutuhan Ramadhan dan Hari Raya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara Peukan Khanduri berisi rangkaian atraksi dan festival budaya, seperti Tradisi Teumok Khanduri Ramadhan (berbagi takjil langsung dari belanga), Kolaborasi Dzikir Dalael & Tarian Sufi, Kolaborasi Nasyid & Perkusi Nusantara, dan Atraksi Budaya.

ADVERTISEMENT

Terakhir Peukan Silaturahmi berupa rangkaian kegiatan kreatif-kolaboratif yang menawarkan pengalaman interaktif bagi pengunjung dalam bentuk pertunjukkan, games dan obrolan ringan yang menjadi aktivitas "ngabuburit" menarik setiap harinya.

"Peukan Raya Ramadhan sebagai inisiatif strategis baru dalam percepatan pemulihan ekonomi pascabencana, serta penguatan ekosistem usaha masyarakat pada momentum bulan suci Ramadan," kata Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal dalam keterangannya, Rabu (18/2/2026).

Menurutnya, Peukan Raya Ramadhan merupakan festival ekonomi berbasis masyarakat yang diinisiasi Pemerintah Kota Banda Aceh dengan mengusung semangat Khanduri, Raseuki, Silaturahmi. Acara itu disebut sebagai perayaan Ramadhan yang mengintegrasikan budaya lokal dengan penguatan ekonomi umat.

"Konsep khanduri (berbagi) menjadi penggerak terbukanya peluang raseuki (rezeki) bagi pelaku usaha lokal," jelas Illiza.

"Kita ingin menghidupkan kembali pusat perdagangan, meningkatkan perputaran transaksi, serta memperkuat ketahanan UMKM sebagai bagian dari pilar utama ekonomi Banda Aceh," lanjut Illiza.




(agse/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads