Bulan Ramadan 1447 hijriah tinggal hitungan jam. Menjelang datangnya bulan suci ini, umat Islam mulai bersiap menghidupkan malam-malam Ramadan dengan berbagai ibadah, salah satunya salat tarawih dan witir.
Namun, tak sedikit yang masih mempertanyakan bagaimana sebenarnya hukum kedua salat tersebut, apakah wajib atau sunnah.
Dikutip dari buku Seri Fiqih Kehidupan (3): Shalat karya Ahmad Sarwat, secara bahasa kata tarawih (تَرَاوِيْح) merupakan bentuk jamak dari tarwihah (تَرْوِيْحَة) yang bermakna istirahat. Penamaan ini merujuk pada jeda duduk yang cukup lama di antara rangkaian rakaat salat. Salat tarawih merupakan salat sunnah yang dikerjakan khusus pada malam bulan Ramadan.
Para ulama sepakat bahwa salat tarawih tidak bersifat wajib, melainkan sunnah yang sangat dianjurkan. Dasar anjuran tersebut adalah sabda Nabi Muhammad SAW:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (متفق عليه)
Artinya, "Barang siapa yang menghidupkan bulan Ramadan dengan iman dan ikhlas (karena Allah ta'âlâ) maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."
Baca juga: Bacaan Niat dan Tata Cara Salat Tarawih |
Meski kata salat tarawih tidak disebutkan secara eksplisit dalam hadits tersebut, para ulama menegaskan bahwa yang dimaksud dengan menghidupkan bulan Ramadan adalah melaksanakan salat tarawih. Penegasan ini disampaikan oleh Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim, yang menyebutkan bahwa para ulama sepakat atas kesunnahan salat tarawih.
Selain tarawih, salat witir juga menjadi bagian dari ibadah malam Ramadan. Dikutip dari buku yang sama dan laman NU Online, salat witir adalah salat sunnah yang dikerjakan setelah Isya hingga terbit fajar dan biasa dijadikan penutup rangkaian shalat malam.
Mayoritas ulama berpendapat bahwa salat witir hukumnya sunnah muakkadah, meski mazhab Hanafiyah menyatakan hukumnya wajib, namun tidak termasuk salat fardhu lima waktu.
Dalil anjuran salat witir adalah sabda Rasulullah SAW:
أَوْتِرُوْا يَا أَهْلَ الْقُرْآنِ، فَإِنَّ اَللّٰهَ وِتْرٌ يُحِبُّ اَلْوِتْرَ
Artinya, "Berwitirlah kalian semua, wahai ahli Al-Qur'an, karena sesungguhnya Allah itu ganjil, dan menyukai hal-hal yang ganjil" (HR Khuzaimah).
Dengan Ramadan yang sudah di ambang pintu, memahami hukum salat tarawih dan witir menjadi penting agar umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan tenang, sesuai tuntunan, dan penuh kesadaran.
Artikel ini ditulis oleh Laila Syakira peserta program Maganghub Kemnaker di detikcom.
Simak Video "Video: Suasana Menyambut Awal Ramadan 1447 H"
(mjy/mjy)