Libur Imlek merupakan waktu yang dinantikan oleh pecinta alam untuk mendaki di Gunung Sibayak. Selain mendaki, pengunjung juga bisa menjelajahi hutan, mengunjungi air terjun atau berkemah di puncak gunung.
Gunung Sibayak memiliki ketinggian 2.212 meter diatas permukaan laut (mdpl). Gunung Sibayak salah satu gunung berapi aktif yang terletak di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, secara geografis terletak pada titik 3Β°14β²52β³N 98Β°30β²4β³E.
Selain itu, Gunung Sibayak dikenal dengan keindahan alamnya yang memukau, gunung ini menjadi destinasi populer bagi para pendaki, baik pemula maupun berpengalaman. Tidak hanya itu, Gunung ini juga kerap didaki turis mancanegara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendakian ke puncak Gunung Sibayak relatif mudah dan dapat dilakukan oleh pendaki dengan tingkat kebugaran yang baik. Dari puncak gunung, pendaki dapat menikmati pemandangan hamparan hutan yang hijau, megahnya gunung Sinabung dan Kota Berastagi.
Salah satu pendaki bernama Herman Sitanggang, mengatakan ia bersyukur dapat mendaki bersama teman-temannya dihari libur Imlek. Ia merasa senang sekaligus bangga bisa menyatu dengan alam.
"Jauh-jauh dari Siantar, akhirnya mendaki Gunung Sibayak kesampaian. Suasana menyejukkan, bersatu dengan alam dan rehat sejenak dari kesibukan dan hiruk piruk tuntutan dirumah maupun disekolah," ucapnya kepada detikSumut, Minggu(15/2/2026).
Herman juga mengatakan ia berangkat ke Gunung Sibayak bersama teman-temanya. Ia juga menyebut mereka mendaki, berkemah dan menikmati alam selama 3 hari 2 malam di atas Gunung Sibayak.
"Kami ada 7 orang satu tim, kami memang sudah jauh-jauh hari mempersiapkan diri dan merencanakan mendaki hingga berkemah di Gunung Sibayak. Persiapaan mulai dari uang, bahan masak, perlengkapan camping, pakaian dan rencana kegiatan," tambahnya.
Lebih lanjut, ia menilai Gunung Sibayak tempat yang cocok untuk didaki dan berkemah. Selain mendaki, ia juga ingin menghirup udara dingin diatas Gunung
"Gunung Sibayak tepat untuk didaki dan kemah bersama teman, selain itu kita menghirup udara segar di Tanah Karo diatas Gunung. Ketika berada diatas puncak, kita bisa melihat hamparan luas hutaan, indahnya kota Berastagi dan tidak ketinggalan megahnya gunung Sinabung," tambahnya.
Selain itu, ia juga mengatakan biaya mendaki ke Gunung Sibayak tidak mahal dan jalur pendakian bisa disesuaikan dengan kondisi tubuh.
"Tiket masuk masuk ke Gunung Sibayak 10.000/orang, untuk menuju puncak bisa melalui 3 jalur yakni jalur wisata (jaranguda), kedua jalur tangga dan ketika jalur 54. Kalau kami memilih jalur wisata," ucapnya.
Lalu, ia juga mengatakan para pendaki membawa sampah masing-masing ketika turun. Ia menilai saat ini Gunung Sibayak mulai dijaga dan dirawat kebersihanya oleh para pendaki maupun pengunjung.
"Para pendaki membawa turun sampahnya lalu dibuang ketempatnya, jarang ditemukan sampah-sampah plastik maupun puntung rokok. Ada pun sampah palingan satu-satu saja, saya menilai kesadaran para pendaki sudah mulai ada dan patut diapresiasi," tambahnya.
Kemudian, ia juga berpesan kepada pedaki yang hendak ke Gunung Sibayak agar menyempatkan waktu untuk menikmati alam, bersatu dengan alam dan sejenak istirahat dari kesibukan.
"Mari teman-teman yang belum pernah kemari atau sudah lama tidak mendaki di Gunung Sibayak, disini benar-benar kita bisa menyatu dengan alam dan menjadi diri sendiri serta menghirup udara segar diatas ketinggian sambil merasakan dinginya di Tanah Karo," tandasya.
Selain itu, Herman menyebut ketika hari Valentine pada Sabtu (14/2) lalu, puncak Gunung Sibayak ramai dikunjungi dan didaki dari berbagai kalangan.
(afb/afb)











































