Waktu sahur kerap menjadi ujian tersendiri bagi umat Islam. Rasa kantuk sering membuat sebagian orang melewatkan momen makan sahur. Padahal, umat Islam dapat meneladani tata cara sahur sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW. Melaksanakan sahur sesuai sunnah dapat meningkatkan kualitas ibadah puasa.
Lalu, bagaimana sebaiknya mengisi waktu sahur agar tidak sekadar menjadi rutinitas makan dan minum? Berikut penjelasan mengenai panduan sunnah sahur berdasarkan ajaran Rasulullah dilansir detikSumut dari detikHikmah.
Anjuran Melaksanakan Sahur
Dalam buku Kitab Terlengkap Panduan Ibadah Muslim Sehari-hari karya KH Muhammad Habibillah, dijelaskan bahwa sahur bukan hanya membantu umat Islam memperoleh tenaga selama berpuasa, tetapi juga mengandung nilai sunnah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang ingin berpuasa maka hendaklah ia bersahur." (HR Bukhari)
Selain itu, Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa sahur memiliki keberkahan. Sahur turut menjadi pembeda antara ibadah puasa umat Islam dengan puasa kaum Yahudi dan Nasrani.
Rasulullah SAW bersabda, "Perbedaan antara puasa kita (umat Islam) dan puasa Ahli Kitab terletak pada makan sahur." (HR Bukhari dan Muslim)
Sunnah Sahur Berdasarkan Ajaran Rasulullah
Berdasarkan buku 165 Kebiasaan Nabi SAW yang disusun oleh Abduh Zulfidar Akaha serta sumber lainnya, terdapat beberapa sunnah sahur yang dapat diamalkan umat Islam.
1. Tidak Meninggalkan Sahur Walau Hanya Minum Air
Umat Islam dianjurkan tetap melaksanakan sahur meskipun hanya dengan minum seteguk air. Hal ini sesuai sabda Rasulullah SAW berikut:
"Sahur adalah makanan yang penuh berkah. Oleh karena itu, janganlah kalian meninggalkannya sekalipun hanya dengan minum seteguk air. Sesungguhnya, Allah dan para malaikat bersholawat kepada orang-orang yang makan sahur." (HR Bukhari)
2. Mengakhirkan Waktu Sahur
Selain melaksanakan sahur, umat Islam dianjurkan menunda waktu sahur hingga mendekati fajar. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda:
ثَلَاثَ مِنْ أَخْلَاقِ الْمُرْسَلِينَ: تَعْجِيْلُ الإِفْطَارِ، وَتَأْخِيرُ السَّحُوْرِ، وَوَضْعُ الْيَمِينِ عَلَى الشِّمَالِ فِي الصَّلَاةِ
Artinya: "Ada tiga akhlak para rasul, yaitu menyegerakan buka puasa, mengakhirkan sahur, dan meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dalam salat." (HR Ath-Thabrani)
Dalam riwayat lainnya, Rasulullah SAW bersabda,
لا تَزَالُ أُمَّتِي بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ وَأَخَرُوا السَّحُورَ
Artinya: "Umatku senantiasa dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan berbuka puasa dan mengakhirkan sahur." (HR Ahmad)
3. Membaca Al-Qur'an
Setelah selesai sahur, umat Islam dianjurkan mengisi waktu hingga salat Subuh dengan membaca Al-Qur'an. Dalam hadis yang diriwayatkan dari Anas, dari Zaid bin Tsabit, disebutkan:
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Anas, dari Zaid bin Tasabit yang berkata, "Kami pernah makan sahur bersama Rasulullah SAW. Kemudian, kami pun berdiri untuk menunaikan salat." Anas bertanya kepada Zaid, "Berapa lama jarak antara azan Subuh dan sahur kalian?" Zaid menjawab, "Sekitar membaca 50 atau 60 ayat." (HR Bukhari)
Hadis tersebut menunjukkan anjuran untuk memanfaatkan waktu antara sahur dan azan Subuh dengan membaca Al-Qur'an sebagai upaya meraih keberkahan puasa Ramadan.
Artikel ini telah terbit di detikHikmah dengan judul: Panduan Sunnah Sahur Sesuai Ajaran Rasulullah agar Puasa Lebih Berkualitas |
(nkm/nkm)











































