Mengapa Hari Valentine Identik dengan Cokelat? Ini Penjelasannya

Mengapa Hari Valentine Identik dengan Cokelat? Ini Penjelasannya

Eme Arapenta Tarigan - detikSumut
Kamis, 12 Feb 2026 18:38 WIB
Apa Boleh Muslim Makan Cokelat Hadiah Valentine? Ini Kata Ulama
Foto: Ilustrasi. (Getty Images/whitebalance.oatt)
Medan -

Hari Valentine diperingati setiap tanggal 14 Februari setiap tahunnya. Momen itu biasa dimanfaatkan untuk menunjukkan rasa cinta dan kasih kasih sayang kepada orang yang dianggap berharga seperti pasangan, orang tua, saudara, dan sahabat.

Pada Hari Valentine orang-orang biasanya memberikan hadiah kepada orang yang mereka sayangi. Hadiah yang diberikan juga beragam, mulai dari surat, bunga, boneka, dan juga cokelat yang sangat identik dengan Hari Valentine.

Namun, pernahkah kamu berpikir kenapa cokelat sangat identik dengan Hari Valentine? Berikut penjelasannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cokelat sebagai Makanan Para Dewa dan Simbol Cinta

Dikutip dari jurnal yang berjudul 'Chocolate, "Food of the Gods": History, Science, and Human Health' oleh Maria Teresa Montagna dkk, cokelat sudah dianggap sebagai makanan para dewa oleh suku Aztec. Cokelat juga diyakini memiliki kekuatan mistis dan juga dapat meningkatkan gairah.

ADVERTISEMENT

Pada zaman dulu, cokelat dianggap sebagai barang mewah yang sangat berharga dan hanya dapat dinikmati oleh para bangsawan.

Seiring berjalannya waktu, cokelat mulai menyebar ke Eropa. Pada abad ke-19, Richard Cadbury seorang pengusaha dari Inggris melihat peluang usaha dari olehan cokelat ini dan mulai mengemas cokelat olahan dari perusahaan ke dalam kotak berbentuk hati untuk dijadikan hadiah di Hari Valentine.

Hingga sekarang cokelat digunakan sebagai hadiah ikonik di Hari Valentine.

Cokelat Membawa Kebahagiaan

Selain melalui sejarah yang panjang, faktanya cokelat mengandung senyawa kimia yang memberikan efek bahagia. Dilansir dari artikel ilmiah berjudul 'Archived: The Chemistry of Chocolate' oleh Abbey Bigler, cokelat mengandung senyawa Theobromine yang memiliki efek stimulan pada otak manusia yang menciptakan perasaan dan menenangkan.

Cokelat juga mengandung senyawa Phenethylamine yang menyebabkan sel-sel otak melepaskan dopamin, neurotransmitter yang memberikan efek bahagia dan memicu hormon endorfin yang sama dengan saat manusia jatuh cinta.

Nah itulah sejarah awal dan alasan kenapa cokelat identik dengan perayaan Hari Valentine hingga saat ini. Semoga bermanfaat, ya!

Artikel ini ditulis oleh Eme Arapenta Tarigan, Peserta Program Maganghub Kemnaker di detikcom




(mjy/mjy)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads