Sedikitnya sembilan orang dilaporkan meninggal dunia akibat insiden penembakan di wilayah terpencil Kanada bagian barat pada Selasa (10/2) waktu setempat. Dari jumlah tersebut, tujuh korban tewas akibat ditembak di sebuah sekolah menengah, sementara dua korban lainnya ditemukan meninggal di sebuah rumah.
Kepolisian Kanada (RCMP) dalam keterangannya, dilansir detikNews dari AFP, Rabu (11/2/2026), menyebutkan seorang yang diduga sebagai pelaku rentetan penembakan tersebut ditemukan dalam kondisi tewas dengan luka yang diduga disebabkan oleh dirinya sendiri.
Peristiwa berdarah ini terjadi di kawasan Tumbler Ridge, British Columbia. Hingga kini, motif serangan masih belum diketahui.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain korban meninggal, tercatat 27 orang lainnya mengalami luka-luka akibat penyerangan bersenjata tersebut. Dua orang di antaranya berada dalam kondisi luka berat, sementara 25 korban lainnya mengalami luka yang tidak mengancam jiwa.
Pihak kepolisian Kanada menjelaskan bahwa sebelumnya mereka sempat mengeluarkan peringatan mengenai keberadaan penembak aktif di Sekolah Menengah Tumbler Ridge pada Selasa sore (10/2).
Petugas kemudian melakukan penyisiran di area sekolah dan awalnya menemukan enam korban tewas akibat tembakan, di luar pelaku. Belum ada informasi apakah terdapat siswa yang termasuk dalam korban jiwa tersebut.
Satu korban lainnya, yang menjadi korban ketujuh dengan luka tembak, meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.
"Kepolisian mengidentifikasi lokasi kedua yang diyakini terkait dengan insiden tersebut, di mana dua korban tambahan ditemukan tewas di sebuah rumah," demikian pernyataan RCMP.
Sejumlah media lokal Kanada melaporkan bahwa pelaku penembakan tersebut diduga berjenis kelamin perempuan. Namun, RCMP belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait identitas tersangka.
"Ini adalah situasi yang berkembang pesat dan dinamis, dan kerja sama yang cepat dari sekolah, petugas tanggap darurat, dan masyarakat yang memainkan peran penting dalam respons kami," kata komandan distrik utara RCMP, Ken Floyd, dalam pernyataannya.
"Ini merupakan hari yang sangat sulit dan emosional bagi masyarakat kita," sebutnya.
(nkm/nkm)











































