402 Kepala Sekolah dan 7 Pengawas Dilantik Bupati Deli Serdang

402 Kepala Sekolah dan 7 Pengawas Dilantik Bupati Deli Serdang

Shalli Irda - detikSumut
Selasa, 10 Feb 2026 16:20 WIB
402 Kepala Sekolah dan 7 Pengawas Dilantik Bupati Deli Serdang
Foto: dok. Pemkab Deli Serdang
Jakarta -

Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan melantik 402 kepala sekolah dan tujuh pengawas sebagai langkah pembenahan serius sistem pendidikan yang dinilai masih bermasalah. Ia menegaskan evaluasi ketat enam bulan ke depan, dengan ancaman pemberhentian bagi kepala sekolah yang tak menunjukkan perbaikan.

Dalam amanatnya, Asi Ludin menegaskan pelantikan kepala sekolah merupakan bagian dari pembenahan menyeluruh sistem pendidikan di Deli Serdang yang masih menghadapi banyak persoalan mendasar.

Pelantikan kepala sekolah tahap kedua di Deli Serdang menindaklanjuti pelantikan sebelumnya yang melibatkan 58 orang, sementara sekitar 50 lainnya segera berakhir masa tugasnya sehingga proses dilakukan bertahap demi penataan pendidikan lebih baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada tahap ini, 31 orang dilantik sebagai kepala sekolah baru, lebih dari 300 lainnya mengalami rotasi jabatan, dan 31 kepala sekolah diberhentikan karena berbagai pelanggaran. Pemberhentian dilakukan terhadap kepala sekolah yang menunda pengembalian pajak dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) setiap tahun.

"Kepala sekolah yang bermasalah dalam kegiatan revitalisasi tahun 2025, serta kepala sekolah yang memiliki konflik dengan murid, orang tua, dan lingkungan," tambahnya Asri Ludin dalam keterangan tertulis, Selasa (10/2/2026).

ADVERTISEMENT

Dalam pelantikan kepala sekolah di Graha Bhineka Perkasa Jaya, Lubuk Pakam (9/2) ini, Asri Ludin menyampaikan ketidakpuasannya terhadap kondisi pendidikan saat ini. Ia menegaskan idealnya ada 200 kepala sekolah baru, namun karena situasi yang ada dilakukan rotasi besar-besaran.

Ia juga memberikan ultimatum, seluruh kepala sekolah yang dilantik akan dievaluasi secara ketat dalam enam bulan ke depan.

"Enam bulan dari hari ini, jika tidak ada perbaikan di sekolah Anda, bukan rotasi yang akan saya lakukan, tapi pemberhentian. Kepala sekolah itu adalah guru yang diberi tugas tambahan, bukan jabatan struktural. Kewenangan mutlak ada di kepala daerah" tegasnya.

Asri Ludin menegaskan sejumlah indikator akan menjadi fokus evaluasi, mulai dari kebersihan sekolah dan toilet, kedisiplinan siswa, pelaksanaan lagu Indonesia Raya, kemampuan akademik sesuai jenjang, pemenuhan jam mengajar guru, hingga pengelolaan dana BOS yang transparan.

Ia juga menekankan tidak akan mentolerir praktik pungli maupun dugaan suap dalam pengangkatan kepala sekolah.

"Di era saya dan Wakil Bupati, tidak ada bayaran untuk menjadi kepala sekolah. Jika ada pejabat atau oknum yang meminta uang, laporkan. Akan saya berhentikan saat itu juga," ungkapnya.

Selain itu, seluruh kepala sekolah harus menegakkan disiplin dan membangun karakter siswa. Sebab, kecerdasan tanpa disiplin dan etika tidak akan membawa manfaat.

"Saya mau anak-anak Deli Serdang menjadi anak yang beretika dan disiplin. Pintar saja tidak cukup. Jangan sampai lulus SD belum bisa baca atau lulus SMP tidak bisa hitung matematika sederhana," ucap Asri Ludin mewanti-wanti.

Ia juga menginstruksikan agar seluruh sekolah memasang spanduk besar di depan gerbang yang menyatakan, pendidikan di sekolah tersebut gratis dan tidak memungut biaya apa pun.

Dalam hal manajerial, kepala sekolah semestinya bersikap tegas terhadap guru, baik aparatur sipil negara (ASN), pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), maupun tenaga honorer. Guru yang tidak disiplin atau dianggap tidak layak mengajar diminta untuk dinilai secara objektif, bahkan hingga pemutusan kontrak bila diperlukan.

"Negara ini tidak bisa dibangun oleh orang-orang yang hanya mau menikmati uang negara tapi tidak mau bekerja untuk rakyat. Kalau Anda membiarkan itu terjadi, Anda saya anggap bersubahat," tegasnya.

Kembali disampaikan, jabatan harus dipertahankan dengan kinerja, bukan dengan pendekatan atau tekanan apa pun. Ia juga meminta seluruh kepala sekolah tidak takut menghadapi wartawan maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM) selama bekerja sesuai aturan.

"Kerja yang benar, hadapi semua dengan terbuka. Jangan takut diberitakan. Sepanjang Anda berada di koridor yang benar, tidak ada yang perlu ditakuti," imbaunya.

Sebagai informasi, pelantikan yang digelar ini turut dihadiri Wakil Bupati Lom Lom Suwondo, Sekretaris Daerah Dedi Maswardy, para asisten, staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan undangan lainnya.




(prf/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads