Bobby Minta Kepala Daerah Dukung Penginputan DTSEN: Jangan Sampai Salah

Bobby Minta Kepala Daerah Dukung Penginputan DTSEN: Jangan Sampai Salah

Nizar Aldi - detikSumut
Senin, 09 Feb 2026 23:10 WIB
Bobby Minta Kepala Daerah Dukung Penginputan DTSEN: Jangan Sampai Salah
Foto: Gubsu Bobby Nasution bertemu dengan Kepal BPS Sumut Asim Saputra (Dok. Diskominfo Sumut)
Medan -

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution meminta agar kepala daerah di Sumut mendukung penginputan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) tahun ini. Bobby berharap data yang diinput tidak salah karena menjadi dasar pengambilan kebijakan.

"Kita minta semua kepada daerah untuk mendukung DTSEN untuk penginputan data di tahun 2026. Nah ini akan menjadi data besar kita juga, bagaimana kita mengambil kebijakan dan bagaimana kita sejahterakan masyarakat kita di Sumatera Utara," kata Bobby Nasution saat berdiskusi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) di Medan, Senin (9/2/2026).

Bobby juga menyebutkan setiap kebijakan yang diambil Pemprov Sumut selalu berbasis data. Menurutnya, seluruh perencanaan kebijakan harus dimulai dari data yang benar agar kebijakan yang dihasilkan juga tepat sasaran.

"Kita bekerja dengan starting yang benar, artinya data yang kita miliki ini benar-benar mewakili kondisi Sumatera Utara. Jangan salah ambil kebijakan, jangan salah ambil starting karena datanya tidak tepat. Oleh karena itu kita sampai di sini, kita datang ke sini memastikan data yang kita gunakan ini sudah tepat atau belum," sebutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala BPS Sumut Asim Saputra mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan melaksanakan sensus ekonomi. Diharapkan sensus tersebut dapat menjadi benchmark peta ekonomi nasional dan menjadi dasar dalam melihat transformasi ekonomi digital.

"Harapannya sensus ini bisa jadi benchmarking peta ekonomi tentang bagaimana transformasi ekonomi digital bisa dicapture di sensus ekonomi, kami meng-capture pelaku UMKM, juga ekonomi digital. Sensus ini akan dibarengi dengan pembaruan DTSEN, jadi kita akan dapat data by name by address data 15 juta penduduk Sumut," ungkap Asim Saputra.

ADVERTISEMENT




(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads