Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, Vihara Setia Budha yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Pekan Binjai, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, Sumatera Utara (Sumut) mulai melakukan berbagai persiapan. Pantauan detikSumut di lokasi, para pengurus terlihat sibuk berlalu lalang membersihkan area vihara serta menata berbagai keperluan untuk menyambut hari besar tersebut.
Vihara Setia Budha sendiri merupakan salah satu vihara besar dan termasuk cagar budaya di Kota Binjai. Hingga kini vihara itu masih aktif digunakan sebagai tempat ibadah.
"Sekarang ini masih masa persiapan, jadi belum selesai semuanya. Kami masih tahap pembersihan dan menyiapkan persediaan barang-barang yang dibutuhkan, seperti dupa dan perlengkapan sembahyang," ujar Irma, salah satu pengurus vihara, Senin (09/02/206).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain pembersihan, persiapan juga mencakup penataan dekorasi khas Imlek yang akan dipasang secara bertahap. Suasana vihara diperkirakan akan semakin semarak mendekati hari perayaan, seiring dengan bertambahnya ornamen dan pernak-pernik Imlek yang akan dipasang di berbagai sudut.
"Nanti kalau sudah siap semua, dekorasinya akan lebih ramai lagi. Pernak-pernik Imlek juga akan lebih penuh dan lengkap," kata Ima, pengurus vihara lainnya.
Dari pantauan di lokasi, salah satu dekorasi yang tengah dipersiapkan adalah hiasan besar berupa pigura kuda api. Hiasan tersebut menjadi penanda shio Imlek 2577 tahun ini dan akan menjadi salah satu elemen utama dalam dekorasi vihara saat perayaan berlangsung.
"Untuk persiapan ini ditargetkan selesai pada 16 Februari, bertepatan dengan perayaan Sa Cap Meh," ujar Irma.
Ia menjelaskan, Sa Cap Meh secara sederhana merupakan malam sebelum Tahun Baru Imlek. Di Vihara Setia Budha, perayaan tersebut nantinya akan diisi dengan kegiatan sembahyang menjelang pergantian tahun.
"Nantinya akan dilakukan sembahyang, termasuk sembahyang untuk menghormati orang-orang atau leluhur yang sudah wafat, karena di vihara ini juga terdapat tempat penitipan abu jenazah," jelasnya.
Pada hari Sa Cap Meh, seluruh persiapan dipastikan telah rampung, mulai dari pembersihan vihara, ketersediaan alat dan bahan sembahyang, pemasangan lilin-lilin, hingga penataan dekorasi dan pernak-pernik Imlek lainnya. Pantauan di lokasi juga menunjukkan banyak umat menggunakan hio besar atau dupa berukuran besar saat bersembahyang, terutama menjelang hari besar keagamaan.
"Penggunaan dupa itu macam-macam, tergantung keinginan masing-masing. Ada yang untuk penghormatan kepada dewa-dewi, ada juga untuk pembersihan diri dalam menyambut pergantian tahun. Tapi memang lebih sering digunakan saat hari-hari besar," tutup Irma.
Artikel ini ditulis oleh Laila Syakira peserta Maganghub Kemnaker di detikcom.
(mjy/mjy)











































