Viral Bule Labrak Warga di Bali gegara Suara Musik saat Acara Adat

Regional

Viral Bule Labrak Warga di Bali gegara Suara Musik saat Acara Adat

Agus Eka Purna Negara - detikSumut
Minggu, 08 Feb 2026 11:00 WIB
Viral Bule Labrak Warga di Bali gegara Suara Musik saat Acara Adat
Foto: Tangkapan layar
Bali -

Satu video memperlihatkan perselisihan antara seorang turis asing dengan penduduk lokal di Desa Tumbak Bayuh, Mengwi, Badung viral. Wisatawan pria tersebut diketahui mendatangi salah satu rumah warga untuk melayangkan protes terhadap suara musik joged bumbung yang tengah dipentaskan dalam sebuah ritual adat.

Tuan rumah, Utari Laksmi, menjelaskan peristiwa itu terjadi saat acara tiga bulanan anaknya. WNA yang mendatangi rumahnya itu berasal dari villa di seberang rumah.

"Waktu itu kejadiannya tanggal 4 Februari sekitar jam 10 malam saat acara tiga bulanan anak saya, kalau secara tradisional di sini ngepat bulanan. Tamu itu memang sewa vila di seberang jalan depan," kata Utari saat dikonfirmasi pada Sabtu (7/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam video yang beredar, WNA tersebut terlihat keberatan dengan volume musik dan meminta agar suara dikecilkan. Di sisi lain, warga mencoba memberi pengertian bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tradisi masyarakat setempat. Beruntung, warga sekitar sigap melerai adu mulut tersebut guna mencegah terjadinya kontak fisik.

"Bule itu memang sempat protes dan tanya sampai kapan musik ini dimainkan karena dia merasa terganggu suaranya. Syukurnya tidak sampai ribut, setelah bicara dia langsung kembali lagi ke tempat tinggalnya," ungkap Utari.

ADVERTISEMENT

Utari menilai tindakan turis tersebut kemungkinan besar dipicu oleh ketidaktahuan mengenai adat istiadat di lingkungan pemukiman Bali. Ia juga tidak mengira video itu akan viral karena awalnya hanya direkam sebagai dokumentasi pribadi oleh kru kesenian dari Tabanan.

"Mungkin dia tidak tahu dan tumben melihat ada acara seperti ini di rumah warga jadi dia merasa sensitif. Namanya turis kan tidak semua bisa menerima, ada yang senang lihat tradisi, ada juga yang memang sensitif," tambahnya.

Artikel ini sudah tayang di detikBali, baca selengkapnya di sini.




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads