Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap mengaku miris melihat kondisi Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun di Kecamatan Medan Marelan. Zaki menyebut, ketinggian tumpukan sampah di TPA Terjun sudah mencapai 30 meter.
"Dulu tumpukan sampah hanya beberapa meter, kini tumpukan sampah menggunung mencapai ketinggian 30 meter. Kondisi ini harus kita sikapi dengan serius, dengan menyiapkan pengelolaan sampah yang lebih modern," kata Zakiyuddin, Sabtu (7/2/2026).
Politisi Partai Gerindra itu sebelumnya meninjau langsung TPA Terjun pada Kamis (5/2/2026). Dalam peninjauan itu, Zakiyuddin mengaku bahwa kondisi TPA Terjun sudah cukup memprihatinkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam melakukan pengelolaan sampah, Zaki mengatakan, Pemkot Medan mendapat bantuan langsung dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup. Di mana sampah yang jumlahnya mencapai 1.600 ton per hari akan dikelola menjadi energi listrik.
"Rencananya pemerintah pusat akan membuka pabrik di sini untuk mengelola sampah menjadi energi listrik. Jadi dari sekarang kita mulai matangkan lahan yang luasnya sekitar 6 ha. Mudah-mudahan dengan berdirinya pabrik ini bisa mengurangi jumlah sampah di kota Medan," katanya.
Menurutnya, keberadaan pabrik saja tidak akan mampu mengatasi persoalan tumpukan sampah tanpa adanya peran serta dari masyarakat. Untuk itu ia mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan diri memilah sampah dari rumah masing-masing dan membuang sampah pada tempatnya.
"Negara maju pun tidak akan selesai masalah sampahnya kalau masyarakatnya tidak ikut berbenah. Seberapa besar pun pabrik yang kita bangun, kalau masyarakat tidak memilah sampah dari rumah, ini tidak akan tuntas," pungkasnya.
(afb/afb)











































